NABIRE - Menyingkapi insiden yang terjadi terhadap mahasiswa Papua berada di luar Papua, seperti di Surabaya, Malang - Jawa Timur, warga Nabire yang tergabung dalam Solidaritas Papua Anti Rasisme Nabire, Kamis pagi hingga siang (22/18/2019) menggelar aksi damai di beberapa titik kumpul dan terpusat di Kantor DPRD Wonorejo - Kalibobo Kabupaten Nabire.Aksi diawali dengan longmarch sejak pagi pukul 07.00 WIT dari empat lokasi, masing-masing di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siriwini, pertigaan Wadio, Pasar Karang Tumaritis (Kartum) dan pertigaan Kalibobo ini sesuai pantauan media ini berjalan aman dan lancar, meskipun ada aksi pembakaran ban bekas di beberapa titik ruas jalan dilalui massa pendemo.Data yang terima media ini, perkiraan massa tiba di Kantor DPRD Nabire sekitar pukul 10.30 WIT dan ketika sampai dan memadati halaman kantor dewan ini massa ditemui sejumlah anggota DPRD Nabire serta perwakilan dari pihak eksekutif Pemkab Nabire, Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.Sos.Dalam orasinya, massa meminta agar pemerintah menindak tegas dan menghukum para pelaku rasis terhadap mahasiswa Papua di Jawa, serta memulangkan mahasiswa Papua, ketika masih terus terjadi dan keamanan mahasiswa terancam.Beberapa anggota DPRD dan Asisten I Setda Nabire menanggapi tuntutan massa dan mengatakan bahwa saat ini aspirasi warga Nabire telah dibawa ke Jayapura. Usai mendengarakan penjelasan pihak dewan dan perwakilan Pemkab Nabire, massa membubarkan diri tak tidak melanjutkan aksinya ke Kantor Bupati Nabire.Dalam aksi ini, pihak aparat keamanan, dalam hal ini Kepolisian Resort Nabire dibackup aparat TNI dari Kodim 1705/Paniai menurutkan ratusan personil untuk disiagakan di sejumlah titik dan  menyiagakan water canon untuk memadamkan ban yang dibakar massa di tengah jalan.Sekedar menambahkan, sejak pagi kemarin kondisi kota Nabire sekitarnya nampak lengah dan sepi dari aktivitas warga, sejumlah pertokoan dan pusat perekonomian seperti di Pasar Sentral Kalibobo, Pasar Kartum dan Oyehe tidak ada aktifitas, termasuk sejumlah perkantoran dan sekolah-sekolah yang ada di daerah ini.(wan)