NABIRE - Akses jalan menuju SMA Unggulan yang terletak di Kampung Nusantara Kimi, kini kembali dipagari pohon dan rumput.  Sementara sejumlah fasilitas pembangunan telah dibangun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua.

Sementara dalam tugas pembagian antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire dan Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Provinsi Papua, pembangunan fasilitas gedung merupakan tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Provinsi Papua. Sedangkan akses jalan hingga penyiapan lahan dan pembersihan menjadi tanggung jawab Pemda Kabupaten Nabire.  Namun terhitung semenjak dibangun hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemda Nabire soal akses jalan menuju SMA Unggulan.

“Sudah ada fasilitas gedung yang telah dibangun, namun akses jalan hingga kini tidak layak,” kata tokoh pendidikan Kampung Nusantara Kimi, Petrus Semuel Jap Marey kepada Papuapos Nabire, Senin (4/10/21).

Selaku anak tertua dari Almarhum Yulian Jap Marey selalu ditanya-tanya oleh masyarakat soal kepastian waktu penerimaan murid baru di SMA Unggulan. Dan selalu dirinya menjawab kita tunggu saja keputusan Pemerintah Provinsi Papua.

Sebab untuk saat ini SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua.  Sehingga sebagai masyarakat kita hanya bisa menunggu keputusan dari provinsi saja.

Namun perlu diketahui semenjak dibukanya lokasi pembangunan SMA Unggulan hingga kini sudah memasuki usia 7 tahun. Tetapi belum ada kejelasan dan kepastian pembangunan akses jalan menuju SMA Unggulan.

Sementara hingga saat ini sudah ada pembangunan 3 ruangan kelas baru, pembangunan satu ruangan laboratorium, pembangunan satu unit gedung kantor dan juga pembangunan asrama yang semunya telah rampung 100 persen.(des)