Administrator Uskup Timika Pastor Marten Kuwayo Pemberkatan Pastoran Moanemani
DOGIYAI – Pemberkatan pastoran dan penguntingan pita Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imagulata Moanemani Distrik Kamu Dogiyai bebera
Bagikan
DOGIYAI – Pemberkatan pastoran dan penguntingan pita Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imagulata Moanemani Distrik Kamu Dogiyai beberapa waktu lalu dilakukan Administator Uskup Timika Pastor Marten Kuwayo. Pemberkatan sekaligus penguntingan pita ini disaksikan Pastor Paroki Moanemani Antonius Yerwuan, Pr mengakiri masa tugasnya di Paroki Moanemani. Serah terima pastor baru Pastor Hendro,PFM sebagai pastor baru dan pemberkatan ini diawali dengan misa yang dipimpin Pastor Marten Kuwayo. Dalam kotbahnya menyatakan visi pengembangan dapur konsep tunggu api ‘emawa dan jamewa’ umat belar taurat yang ditetapkan dari Allah sendiri.Oleh sebab itu, jamewa dan owada mesti dipagari, termasuk bibit keladi, ubi, sayuran, ternak dan semuanya yang ada dalam pagar.Bahasa ibu ‘Totayo nomoyo nutayo’ melindungi, menanam keladi, ubi, ternak babi, kata Pastor Marten Kuwayo karena sejak dahulu Allah memberikan kepada warga Mee ‘Koteka Moge’ dan tanah, aka pastor mengajak kepada umat Mee wilayah pransiskan Moanemani Kamapi tingkatkan kebudayaan hidup dalam sebuah rumah adat Yamewa, halamannya sebagai Owada dengan tanaman lokal.Program dapur tunggu api menjadi dasar, program alam uskup Jhon dapat ditingkatkan. Gereja perdana menjadi pewaris mendidik, mengasuh warga Mee dengan doa hukum Allah. Umat tingkatkan berdoa salam Maria dan doa bapak kami dalam setiap keluarga.Pastor Marten dalam ilustrasinya mengatakan, warga Mee dalam kemajuan ini ibarat sekolah dasar kelas satu, maka kelas empat ada perbedaan jadi kelas satu hanya bermain yang banyak. Pastor menitip kepada biarawan/wati dalam pewartaan perhatikan itu yang merupakan pengurapan Roh Kudus Pentekosta dalam pewartaan iman.Marten Kuwayo pada kesempatan itu memberikan krisma kepada 53 orang yang menjadi warga Allah. Berarti kalian menjadi dewasa, mencari kehidupan yang baik,” kata pastor bukan mencuri ataupun kemabukan, mengerti tentang Allah, iman itu perlu pengetahuan. Pengetahuan lama itu gelap “istilah lama katukumen (tetelah baptisan sudah menjadi terang). Yesus sebagai kesaksian utama bagi kita.Dalam acara itu pastor membacakan surat keputusan serah terima pastor dan penyerahan stempel paroki dalam Gereja Imagulata Moanemani. Acara itu diikuti sejumlah biarawan dan biarawati Dekanat Kamapi.(don)
Bagikan artikel ini



