NABIRE - Dengan adanya sejumlah bantuan yang dikuncurkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah, kembali Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Nabire menemukan adanya data ganda Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sengaja dibuat oleh masyarakat penerima bantuan.

Untuk itu, kembali Kepala Dukcapil Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd, angkat suara dan meminta kepada dinas maupun pihak yang memberikan bantuan dalam bentuk apa pun, harus kembali mengecek kebenaran data KK dan KTP penerima bantuan.

Bantuan tersebut harus menggunakan data riil yang ada dalam sistim data online, karena berdasarkan data Kantor Dukcapil Nabire, ada oknum masyarakat yang tidak ada dalam data Dukcapil, tetapi mendapatkan bantuan dari pihak pemberi bantuan.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Dukcapil Nabire, Yulianus Pasang, kepada Papuapos Nabire, Selasa (22/7/2025) di ruang kerjanya, seraya menambahkan, sesungguhnya kami tidak melarang kepada pihak manapun untuk memberikan bantuan, tetapi lebih baik berikan kepada masyarakat yang ada data KK dan KTP di Kantor Dukcapil Nabire.

Dan untuk menghindari adanya bantuan yang dobel maupun menghindari data yang tidak valid dalam sistim online, Dukcapil Nabire siap membuka diri bekerja sama dengan pihak pemberi bantuan dari pihak manapun untuk mengecek kebenaran data kependudukan setiap masyarakat penerima bantuan sesungguhnya.

Selain itu juga, Dinas Dukcapil Nabire telah mendapatkan laporan dan memiliki data yang valid, ada sejumlah bantuan yang diberikan kepada orang–orang yang sudah jelas–jelas sudah lama meninggal dunia, sehingga perlu ada singkronisasi data kembali antara pihak pemberi bantuan dan Dukcapil Kabupaten Nabire.(des)