Ada Makam, Pemda Diminta Adakan Doa Syukur Adat Sebelum Fungsikan Pasar Sayang Mama Papua
NABIRE - Pasar Sayang Mama-mama Papua yang sudah diresmikan pada hari Rabu, 8 Mei 2024 lalu oleh Bupati Nabire, tetapi masih belum bisa difungsikan, dikarenakan Mama-mama Papua yang akan berjualan di pasar tersebut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nabire agar diadakan doa syukuran secara adat terlebih dahulu sebelum difungsikan.

NABIRE - Pasar Sayang Mama-mama Papua yang sudah diresmikan pada hari Rabu, 8 Mei 2024 lalu oleh Bupati Nabire, tetapi masih belum bisa difungsikan, dikarenakan Mama-mama Papua yang akan berjualan di pasar tersebut meminta kepada Pemerintah Kabupaten Nabire agar diadakan doa syukuran secara adat terlebih dahulu sebelum difungsikan.
Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire, Yermias Anouw, S.Pd, ketika ditemui wartawan Papuapos di ruang kerjanya, Selasa (25/06/2024) kemarin.
Yermias menyampaikan, permintaan Mama-mama Papua untuk doa syukuran secara adat dikarenakan adanya makam keramat di wilayah pasar, hal tersebut yang mengakibatkan Mama-mama Papua kurang siap untuk berjualan saat ini.
Lalu, kata Yermias, untuk saat ini Pemkab Nabire masih belum siap untuk mengadakan acara doa syukuran adat tersebut, dikarenakan dana penyelenggaraan acara tersebut masih belum ada.
"Oleh karena itu, kami selaku pemerintah daerah akan berusaha untuk menyiapkan dana tersebut. Bila dana sudah ada, pemerintah daerah akan segera mungkin mengadakan acara doa syukuran secara adat," katanya.
Untuk makam keramat yang ada di wilayah Pasar Sayang Mama-mama Papua, tambah Yermias, Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire berencana akan bikin pagar di sekitar makan tersebut.(amd)
Bagikan artikel ini



