NABIRE - Magnet Umrah Akademy (MUA) merupakan lembaga pendidikan yang akan melatih atau memberi edukasi, dan ilmu kepada calon jamaah Umrah agar mabrur, sebelum diberangkatkan baik untuk umrah, makbul dan mabrur setelah umrah, dimana MUA ini juga bekerja sama dengan travel-travel resmi atau perusahaan yang menyelenggarakan haji dan umrah.


Ketua Panitia Insiroh Retno Widyawati mengatakan, Pembukaan Rumah Kantor (Rukan) MUA cabang Kabupaten Nabire, dasar pelaksanaan, yang pertama hasil koordinasi dan kerjasama dengan Chief Executive Officer (CEO), MUA yang berpusat di Kota Padang, dan regionalnya di Kota Makassar.


"Dasar yang kedua hasil rapat panitia serta arahan dari ketua cabang MUA Kabupaten Nabire, tujuan atau dari pada dibentuknya Rukan MUA Kabupaten Nabire, yakni pertama, berafirmasi ingin memasyarakatkan umrah dan mengumrahkan masyarakat," kata Insiroh.


Lanjut Retno, kedua, sebelum umrah kita mabrur dulu, jangan pulang umrah baru mabrur, tapi sebelum berangkat umrah sudah mabrur terlebih dahulu, bertempat di kediaman Haji Siti Qomariah, Jalan Siriwo, Karang Tumaritis, Minggu (19/5/2024).


"Biaya pelaksanaan opening ini, semua berasal murni dibiayai oleh jamaah MUA yang ada di Kabupaten Nabire," ucap Widyawati.


Ketua Cabang MUA Kabupaten Nabire Haji Siti Qomariah menyampaikan, mungkin masyarakat bertanya, apa itu magnet umrah? Magnet itukan besi yang saling tarik menarik benda yang ingin ditariknya, adalah satu lembaga yang memberikan edukasi, bagi calon jamaah haji dan umrah, tentang tatacara ibadah yang benar dan berkualitas.


"Misi dari MUA adalah, yang pertama memberikan pendidikan dan pelatihan berkualitas tentang cara dan persiapan umrah, kedua menyediakan informasi dan bimbingan yang koperhensip bagi calon jamaah umrah, ketiga membangun kemitraan dengan berbagai pihak travel," ucap Siti Qomariah.


Pembiayaan syariah, dan institusi pendidikan lainnya, untuk penyelenggaraan umrah yang nyaman dan aman, itulah visi dan misi dari MUA, siapapun dari travel manapun kalau ingin bergabung dengan MUA dipersilakan.


"Bedanya MUA adalah memiliki kurikulum atau pembelajaran yang dilaksanakan oleh MUA, yang pertama adalah riyadoh 40 hari berguna untuk melatih hati diri kita, karena ibadah haji atau umroh yang perlu dengan jismiyah, amaliyah dan qolbiyah," ucap Siti.


Lanjut Qomariah, untuk riyadoh 40 hari awal pembukaan MUA akan membuat program yaitu klinik Alfatihah, kalau kita sampai berumur 60 tahun, sholatnya, al fatihahnya tidak benar, apa artinya kita sholat. Program kedua adalah manasik umroh, program ketiga majelis yaumulail, sudah berjalan sejak satu tahun bagi Nabire, kalau yang di nasional sudah 4 tahun.


Acara ini dihadiri, Ketua Pengadilan Agama Nabire, Ketua MUI Provinsi Papua Tengah, Ketua MUI kabupaten Nabire, Ketua PC NU kabupaten Nabire, Ketua PD Muhamadiyah Kabupaten Nabire, Ketua DMI Kabupaten Nabire, Ketua GP Ansor Kabupaten Nabire.(sam)