NABIRE – Penanganan ancaman luapan air di Muara Kalibobo bersama abrasi sepanjang pantai Kalibobo dan ambruknya tanah di Kali Nabarua tsudah diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Beberapa bagian jalan yang rusak akibat pengikisan air di Distrik Yaro juga sudah disampaikan ke BNPB agar ditangani.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, Victor Fun di ruang kerjanya, Senin (30/11) mengatakan pihaknya telah mengusulkan beberapa area yang rawan bencana seperti muara Kali Bobo, talud sepanjang pantai Kalibobo dari ancaman pengikisan bibir pantai, tanah Kali Nabarua yang ambruk, beberapa jembatan dan jalan yang rawan akibat pengikisan kali di Distrik Yaro sudah diusulkan ke BNPB agar ditangani.

Namun, akibat pandemi corona telah mengalihkan sebagian besar dana untuk penanganan Covid -19, sehingga dalam tahun anggaran ini BNPB hanya menangani talud kali di samping SMA Adhi Luhur, Nabire.

Oleh sebab itu, Victor Fun berharap, ketika pembangunan jalan normal, setelah melewati masa pandemi corona, BNPB memperhatikan dan menjawab sejumlah kegiatan penanggulangan ancaman bencana yang diusulkan dari Kabupaten Nabire, seperti talud dan pelurusan muara Kali Bobo, talud sepanjang pantai Kalibobo, perbaikan tanah ambruk di Kali Nabarua, perbaikan jalan dan jembatan pada beberapa ruas di Distrik Yaro sehingga lokasi-lokasi yang terancam bencana ini dapat teratasi.

Kepala BPBD menjelaskan, usulan beberapa kegiatan tersebut sudah disampaikan ke BNPB dengan harapan menjadi perhatian pemerintah pusat, namun akibat dampak virus corona yang meminta perhatian semua pihak, sejumlah kegiatan yang mendesak juga tertunda karena konsentrasi ke corona.

Ancaman bencana di Muara Kali Bobo sudah dirasakan sejak lama.

Hasil beberapa kali kunjungan kerja (Kunker) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nabire juga disorot anggota dewan.

Bahkan ada pertemuan antara warga belakang Pasar Kali Bobo dengan beberapa instansi pemerintah terkait.

Namun, hingga kini kondisi ancamannya belum berubah.

Demikian juga halnya dengan beberapa lokasi ancaman bencana yang disebutkan Kepala BPBD Kabupaten Nabire.

  BPBD Kabupaten Nabire menanggapi kekuatiran warga di lokasi-lokasi ancaman bencana dengan menyampaikan usulan penanganannya.

Namun, akibat corona, belum bisa dipastikan, kapan BNPB akan menjawab warga di Nabire.

“Usulan sudah disampaikan ke pusat, kita hanya menunggu kapan BNPB akan menangani beberapa lokasi yang sudah diusulkan,” tuturnya. (ans)