NABIRE - Ikatan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua, Sri Herawanti menyampaikan, ada 68 orang yang mengikuti Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati (PKDTM) I (satu) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan karena ini masih proses taruna melati 1, tentu materi yang diberikan yaitu penanaman nilai-nilai dasar keislaman serta karakter kepemimpinan mulai dibina di sini.

Ia menambahkan tujuan dari pada PKDTM ini untuk memahami Islam dan dimulai dari peran-peran intelektual, yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah sendiri.

"Mereka akan mengetahui etika kepemimpinan terutama di IPM, materi yang diberikan adalah sejarah Agama Islam, ketauhidan, materi IPM, keremajaan, skill, manajamen organisasi dan publik speaking," kata Sri ketika diwawancara di SMA Muhammadiyah, Jum'at (10/10/2025). 

Lanjutnya, dua hari akan difokuskan kepada materi, di hari ke tiga akan bermusyawarah dan akan membentuk kepemimpinannya. Ia berharap agar IPM di Nabire aktif dan bersiap untuk menjadi IPM Papua Tengah serta bisa berdampak seperti yang diajarkan di Muhammadiyah, yaitu kemanusiaan dan intelektual.

"Anak-anak Muhammadiyah tentu harus bisa berdampak ke sesama pelajar, saya mengharapkan IPM ini bukan hanya mentransfer ilmu tetapi ada ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga regenerasi itu tidak vakum dan ada kepemimpinan anak-anak yang mampu menjadi pemimpin di daerah ini," tutupnya.(edi)