5 Mesin PLN Rusak Fatal, Padam Gilir Masih Berlanjut
NABIRE – Sebanyak 5 unit mesin sewa pembangkit listrik pada PT. PLN Rayon Nabire mengalami kerusakan fatal. Imbasnya, pihak PLN Nabire melakukan pemadaman bergilir di daerah ini. Pemadaman bergilir tadinya kerap terjadi di setiap hari, kini sudah mulai berangsur–an
Bagikan
NABIRE – Sebanyak 5 unit mesin sewa pembangkit listrik pada PT. PLN Rayon Nabire mengalami kerusakan fatal. Imbasnya, pihak PLN Nabire melakukan pemadaman bergilir di daerah ini.
Pemadaman bergilir tadinya kerap terjadi di setiap hari, kini sudah mulai berangsur–angsur berkurang. Karena ada upaya dan kerja keras dari Manager PT. PLN Rayon Nabire bersama staf. Dipastikan untuk menggantikan 5 unit mesin yang rusak telah diupayakan ke PT. PLN Pusat. Dijadwalkan pada akhir bulan Mei sudah ada mesin pengganti yang baru.
Hingga saat ini pimpinan dan staf PT. PLN Rayon Nabire tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki 5 unit mesin yang rusak. Sebab mesin milik pihak Konsorsium yang hanya disewakan saja. Sehingga pihak Konsorsium yang mempunyai kewenangan dan hak untuk membongkar atau memperbaiki 5 unit mesin tersebut.
Sepanjang belum ada mesin pembangkit listrik yang baru, tetap saja pemadaman bergiliran akan berlanjut. Kita bersyukur pemadaman begilir yang tadinya lancar sudah bisa dikurangi dengan mesin lain yang bisa difungsikan lagi.
“Sesungguhnya 5 unit mesin pembangkit bisa diperbaiki oleh PT. PLN Rayon Nabire, namun itu mesin sewa milik pihak kedua atau konsorsium, sehingga kami tidak bisa mengotak atik dalam bentuk apapun selain dibongkar oleh pemiliknya sendiri,” kata Manager PT. PLN Rayon Nabire, Manihar Hutajulu kepada Papuapos Nabire, Kamis (15/5) via telepon gengamnya.
Diharapkan kepada semua lapisan masyarakat Nabire agar tetap bersabar. Karena paling cepat akhir bulan Mei sudah ada mesin pembangkit listrik yang baru. Sehingga untuk sementara tetap saja ada pemadaman bergilir di semua pelanggan.
Dan kedepan akan dilakukan sistim ganti pasang. Dimana ada mesin yang rusak dikirim ke luar Papua untuk diperbaiki dan mesin yang sudah baik dikirim kembali untuk dipasang. Agar ada sistim perawatan mesin dan tidak lagi terjadi kerusakan mesin yang fatal seperti 5 unit mesin yang lagi rusak sekarang ini.(des)
Bagikan artikel ini



