450 Perajurit TNI Yonif 711/RKS Dari Palu Ditugaskan Jaga Perbatasan RI-PNG

NABIRE – Siang itu, dibawa terik mata hari dengan semangat menggelora ratusan prajurit TNI menyanyikan yelyel kebangaan satuan sebelum diberangkatkan ke wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Papua Nugini (PNG). Sekitar 450 prajurit TNI Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama (RKS) dari Palu, Sulawesi Tengah mengantikan Batalyon Infanteri (Yonif) 756/Wimane Sili (WWS) pasukan organik dari Kodam XVII/Cenderawasih yang bertugas kurang lebih satu tahun.
Pergantian tersebut dilaksanakan melalui upacara yang dipimpin oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 173 Kolonel Inf Robby Suryadi, S.Sos.,M.M, Komandan Korem 173/PVB, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, di halaman Kompi Senapan A, Kolakops Korem 173/PVB, Sabtu ((12/07/25).
Kolonel Inf Robby Suryadi, kepada wartawan mengatakan, dia memimpin upacara atas nama Komandan Korem 173/PVB, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia.
Robby menyampaikan, apresisasi dan berterima kasih kepada Satgas Yonif 756/WWS yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik selama satu tahun lebih menjaga batas RI-PNG.
"Kami apresiasi dan sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada prajurit Satgas Yonif 756/WWS karena dinilai sangat baik, terbukti dengan situasi wilayah yang tetap kondusif,” ucapnya.
Lantaran itu, dia berharap, jejak yang baik itu dapat mengikuti oleh Satgas Yonif 711/Raksatama (RKS) yang akan melanjutkan dan melaksanakan tugas di perbatasan RI-PNG.
"Tentunya harapan ke depan, 711 juga bisa mengikuti jejak dari 756 dapat melaksanakan tugas memelihara kondusifitas wilayah. Iya, tentunya masyarakat bisa menerima kita dan bisa bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memelihara situasi keamanan di wilayah tersebut,” kata Robby Suryadi.
#Beradaptasi dengan Budaya Lokal

Komandan Yonif 756/WWS, Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H mengatakan untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif kuncinya beradaptasi dengan budaya lokal. Lantas dia menceriterakan kesannya.
"Yang menjadi kesan kami itu, pada saat kami datang pertama, kami menggunakan bahasa 'wah-wah', tapi di sana ternyata 'amakene koyao'. Sehingga kami merubah itu, sehingga kami bisa diterima," tutur Gunawan, sembari mengenang upaya mereka untuk membaur agar stabilitas keamanan tetap kondusif.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata dari faktor lain, melainkan buah dari terciptanya kondisi yang kondusif melalui membaur bersama masyarakat sambil sambil beradaptasi dengan budaya lokal (setempat).
“Kami keberhasilan dalam laksanakan tugas karena semua bisa berjalan dengan lancar, Kamtibmas, masyarakat bisa melaksanakan aktivitas perekonomian, roda pemerintahan jalan. Semua terkendali dan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Letkol Gunawan Wibisono menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh prajuritnya. "Saya mengucapkan hormat bangga kepada seluruh prajurit yang sudah saya ajak untuk melaksanakan penugasan. Atas dedikasi dan upaya keringatnya dan upaya yang mereka kerjakan sangat luar biasa memberikan kebanggaan kepada kita. baik dari saya Satuan sendiri 756, kepada Korem dan negara.," ungkap Gunawan.
Sebagai perajut TNI yang baru ditugaskan dari kota Palu, Sulawesi Tengah ke Papua, Komandan Yonif 711/RKS, Letkol Inf Ary Eko Pramono, S.E., M.I.P, mengatakan, dia bersama prajuritnya telah mempelajari jejak kaki dari Satgas yang lama.
"Saya sebagai satuan baru bahwa kami sekarang berasal dari kota Palu. Segala persiapan yang kami sudah siapkan dan telah kami pelajari dari Satgas yang lama. Bagaimana kita harus bisa menempatkan diri, sekalipun kami orang Sulawesi Tengah tentu karakteristik yang berbeda, tapi kita akan beradaptasi dan semua akan berjalan dengan baik,” tuturnya.
“Kita sama-sama bisa menjalankan sama seperti satuan lama. Di mana satuan yang bisa membanggakan baik satuan dari kota maupun nanti ke depannya untuk negara Republik Indonesia," akunya yakin.(sam)
Bagikan artikel ini



