Jayapura,- Sedikitnya 30.873 siswa SMP di Provinsi Papua siap mengikuti Ujian Nasional (UN) yang digelar mulai Senin (05/05) hingga Kamis (08/05/2014).  Hal itu diungkapkan Kepala Dinas P dan K Provinsi Papua Elias Wonda kepada wartawan diruang kerjanya, pekan kemarin.  “Untuk pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP tahun 2014 Prov Papua telah siap,”tegasnya. Dikatakan, UN tingkat SMP tahun  2014 ini,  jumlah peserta ujian SMP untuk Papua sebanyak 30.873 peserta  dari 29 kab/kota. Menurutnya sampai menjelang hari pelaksanaan UN tingkat SMP, pihaknya belum menerima laporan dari kabupaten/kota apakah ada yanng mengalami kendala atau tidak.  “Kami sampai saat ini belum terima laporan dari kabupaten bahwa ada kendala. Jadi dari kabupaten  semuanya berjalan baik.  Sabtu kemarin, soal UN untuk Kota/Kabupaten Jayapura sudah didistribusikan.  Untuk daerah – daerah yang sulit kami sudah distribusikan terlebih dahulu,”jelasnya Disinggung mengenai pengawas yang mengawasi UN  SMP, bahwa yang akan mengawasi ujian adalah dari LPMP, kemudian ditambah pengawas dari Dinas P dan K Kabupaten/kota dengan provinsi.  Sehingga untuk pengawasan dari provinsi sudah berjalan, dimana  dari Inspektorat pusat juga telah datang ke Papua guna melihat kesiapan pelaksanaan ujian nasional.  “Untuk total pengawas disesuaikan dengan jumlah kabupaten/ kota yang ada. Ditambah dengan jumlah sekolah – sekolah yang  ada. Jadi  jumlah SMP yang ada di Papua ini sebanyak 173 sekolah. Jadi nanti jumlah pengawas kita juga sebanyak itu,”jelasnya. Sedangkan untuk sekolah – sekolah yang tidak bisa menjalankan ujian nasional, digabung dengan sekolah lain. Akan tetapi itu berdasarkan kriteria peserta ujian. Elias Wonda mengharapkan, mudah-mudahan pelaksanaan ujian nasional SMP sederajat termasuk SLB, bisa berjalan lancar, aman dan tertib.  “Yang kami khawatirkan kemarin untuk tingkat SMA.  Ternyata bisa berjalan baik,”ucapnya. Sementara itu Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) tingkat Provinsi Papua Hans Hamadi mengaku, semua soal ujian sudah didistribusi. “Kemarin  untuk tujuh kabupaten  kita telah kirim, dengan menggunakan kapal terakhir tanggal 27 April,”terangnya. Tujuh   kabupaten yang dikirim itu diantaranya Paniai, Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intan Jaya, Waropen dan Yapen.“Kami kirim terlebih dahulu karena kapal dalam minggu ini sudah tidak  ada kapal lagi. Jadi  kita antar lebih dulu, lebih awal dan atas petunjuk Pak kadis.  Kita sudah lakukan itu.  Kita juga sudah berkoordinasi ke pusat juga mengenai hal ini,”aku Hans. Laporan: Bams