NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan keseriusannya menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional. Sebanyak 250 putra-putri Orang Asli Papua (OAP) dari delapan kabupaten resmi diberangkatkan ke Jayapura untuk mengikuti program bimbingan belajar (bimbel) intensif sebagai persiapan menghadapi seleksi masuk berbagai sekolah kedinasan.

Program yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus mencetak calon aparatur sipil negara yang berasal dari putra-putri asli Papua Tengah.

Pelepasan peserta berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Sabtu (20/6/2026), dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoel, Sp.OG(K), MH.Kes., didampingi Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, S.IP., MM., beserta jajaran pejabat BKPSDM.

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, Sekda menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan program tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Tengah dan seluruh pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini," ujar Soemoel.

Ia menegaskan, bimbingan belajar selama kurang lebih dua bulan bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan proses pembentukan karakter, disiplin, serta kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi seleksi sekolah kedinasan yang dikenal sangat kompetitif.

"Saya minta kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan Provinsi Papua Tengah. Ikuti seluruh proses pembelajaran dengan tertib, patuhi arahan pembimbing, jaga kesehatan, dan hindari hal-hal yang dapat mengganggu tujuan utama kalian," pesannya.

Menurut Soemoel, Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri asli daerah yang berhasil menembus sekolah-sekolah kedinasan nasional sehingga ke depan mampu menjadi aparatur negara yang memahami kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan pembangunan di tanah Papua.

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Seleksi sekolah kedinasan menuntut disiplin, kemampuan akademik, kesehatan fisik, dan mental yang kuat. Kami ingin makin banyak anak asli daerah yang lolos, agar kelak menjadi aparatur yang memahami kebutuhan wilayahnya sendiri," katanya.

Ia juga berpesan kepada para pembimbing dan pendamping agar memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan peserta, baik dari sisi akademik maupun kedisiplinan selama mengikuti program.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menjelaskan para peserta akan diberangkatkan secara bertahap mulai Senin hingga Rabu dan mengikuti bimbingan belajar di Jayapura mulai 25 Juni hingga 25 Agustus 2026.

Sebanyak 125 peserta akan mengikuti pelatihan di Papua Hope Language Institute (PHLI), sedangkan 125 peserta lainnya dibina di Ruang Guru.

Materi yang diberikan disusun secara komprehensif, meliputi Tes Kompetensi Dasar (SKD), psikotes, latihan fisik, try out berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga penguatan wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter.

Program ini dipersiapkan untuk menghadapi seleksi enam sekolah kedinasan nasional, yakni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Menurut Denci, jadwal resmi pelaksanaan seleksi masih menunggu pengumuman dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Namun, ia berharap seluruh peserta memanfaatkan waktu persiapan selama dua bulan dengan maksimal.

"Kami berharap seluruh peserta benar-benar fokus selama mengikuti bimbingan belajar. Tunjukkan bahwa putra-putri asli Papua Tengah memiliki kemampuan, semangat, dan daya saing untuk lolos dalam seleksi sekolah kedinasan tingkat nasional," ujarnya.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap semakin banyak generasi muda asli Papua yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan kedinasan dan kelak kembali mengabdi sebagai aparatur profesional untuk mempercepat pembangunan di daerahnya sendiri. (ist)