NABIRE - Dalam sambutannya Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire Drs. Petrus I. Suripatty, M.Si pada acara Yudisuim mata kuliah lengkap Program Studi Ilmu Adminitrasi Negara, Program Studi Adminitrasi Bisnis, Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Program Studi Fakultas Teknik dan Rekasa (Fateksa), Jumat (3/11) pekan kemarin, mengatakan, kini dalam tahun Pelajaran Akademik 2017, kita telah menyaksikan Yudisium 200 mahasiswa dan mahasiswi. Yang mana, lanjutnya, sebanyak 119 orang diyudisium pada sore hari dan 81 orang telah mengikuti Yudisium di pagi hari, itu ke200 sarjana baru yang telah mengikuti Yudisium disaat ini sebagai Rektor USWIM Nabire telah menyatakan, bahwa ke200 mahasiswa/mahasiswi berhak menggunakan menggunakan gelar dibelakang nama dan ke200 Sarjana ini disebut sarjana baru. Dan upacara yudisium yang telah dilaksanakan ini adalah upacara kesemaptaan bagi 200 sarjana baru yang telah membayar dengan lunas Satuan Kredit Semester (SKS) yang dimulai dari semester satu hingga semester akhir. Sehingga lewat momentum kegiatan yudisium ini, sebagai Rektor USWIM Nabire juga menyampaikan kepada semua mahasiswa/i dan seluruh masyarakat wilayah Meepago serta Teluk Saireri, bahwa semua data mahasiswa dan mahasiswi yang baru Yudisium ini telah terdata dan terdaftar di Kemendikti. Oleh sebab itu, bagi 119 dari tiga Program Studi yang diyudisium pada sore hari dan ke 81 mahasiswa/i yang juga Yudisium di pagi hari telah menyelesaikan studinya selama 4 tahun atau selama 8 semester sesuai dengan aturan yang berlaku dan kepadanya berhak menggunakan gelar baru. Berdasarkan data ada 4.550 perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan di Papua ada 60 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 7 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dari data ini hanya 11 persen penduduk Indonesia dan 2 persen  Papua dan Papua barat yang masuk perguruan tinggi. Dengan demikian banyak masyarakat di Provinsi Papua dan Papua Barat yang belum mengenyam dunia pendidikan perguruan tinggi, dari data tersebut USWIM Nabire di masa–masa mendatang akan mencoba membuka program–program studi baru guna menampung animo masyarakat yang hendak masuk perguruan tinggi. (erens rumbobiar)