NABIRE - Dua kejuaraan olahraga tingkat remaja siap digelar, sedangkan 2  cabang lainnya segera menyusul. Kedua kejuaraan yang siap digelar yakni Bola Voli dan Bola Basket, sedangkan dua lainnya yang segera menyusul adalah Bilyard dan Tenis Meja. Informasi yang didapat, kejuaraan Bola Voli akan digelar sore nanti, Senin (9/11) di lapangan bola voli Polres Nabire. Kejuaraan itu akan memperebutkan Piala KONI Cup 2015. Kejuaraan itu khusus untuk wanita tingkat SMA/SMK.Untuk bola basket dijadwalkan akan mulai bergulir pada Selasa (10/11). Sedangkan untuk dua cabang lainnya, yakni bilyard dan tenis meja hingga kini belum ada kepastian kapan tanggal dilaksanakannya.Ketua Harian KONI Kabupaten Nabire, Madyo Prayitno, saat dikonfirmasi mengatakan, kejuaraan olahraga yang bernaung di bawah KONI Kabupaten Nabire sebagaian besar telah dilaksanakan dan menyisakan sejumlah cabang olahraga seperti bola voli putri, basket, bilyard dan tenis meja.“Untuk bola voli, kategori putra sudah dilaksanakan dan kejuaraan yang akan digelar itu khusus putri,” ungkapnya.Dinyatakan Ketua KONI, kejuaraan difokuskan pada tingkat remaja. Hal itu untuk mempersiapkan atlet-atlet untuk diikutsertakan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Remaja tahun 2016 di Jayapura dan PON Remaja 2017 di Semarang Jawa Tengah.“Sesuai program KONI Kabupaten Nabire, bahwa tahun 2015 merupakan tahun pembinaan dan itu dititikberatkan pada tingkat/usia remaja, sehingga KONI meminta kepada pengurus cabang olahraga dibawah naungan KONI untuk menyelenggarakan kejuaraan tingkat remaja. Didepan kita telah menanti Kejurda Remaja tahun 2016 dan PON Remaja 2017. Lebih khusus pada tahun 2020 Papua akan bertindak sebagai tuan rumah PON, oleh karena itu dari sekarang perlu dipersiapkan atlet-atletnya, sehingga Papua bukan hanya sukses prestasi atlet tetapi juga sukses penyelenggaraannya,” paparnya.Untuk itu, tekannya, untuk 2015 ini pembinaan lebih difokuskan pada atlet usia remaja. Kita tahu banyak atlet usia remaja yang masih terpendam dan belum muncul dipermukaan. Hal itu perlu digalih dan itu menjadi tugas KONI, pengurus Cabor dan pelatih untuk menggali atlet yang masih terpendam.“Kita akan mencoba menjabarkan istilah bahwa Nabire gudangnya atlet. Gudang bila tidak dibuka maka isinya tetap terpendam. Untuk membuka pintu gudang itu menjadi tugas bersama KONI, pengurus Cabor dan pelatih. Kita harus buka dan jangan sampai orang lain yang membukanya. Setelah dibuka untuk mencapai prestasi cabang olahraga tidak segampang membalik telapak tangan, tetapi perlu proses panjang dan berkesinambungan, dengan diirigi semangat tinggi, ketekunan berlatih dengan didasari IPTEK olahraga pasti kita bisa,” paparnya.Lanjutnya, atlet merupakan asset pemerintah yang perlu terus dikembangkan apalagi dihadapkan pada tantangan di tahun 2020, dimana Papua bertindak sebagai tuan rumah PON. Tahun 2020, Papua harus siap baik penyelenggaraanya maupun para atletnya.“Mulai sekarang kita harus mempersiapkan atlet. Jangan banggga menjadi juara karena membeli atlet, karena itu bukan membina seperti tugas KONI yakni melakukan pembinaan, menggali atlet terpendam agar berprestasi membawa nama baik dan kebanggan daerah. Bukan membawa atlet dari luar,” tuturnya. (iing elsa)