16 Kampung se Distrik Mbiandoga Terima Dana Bantuan Kampung Tahap II 2017
INTAN JAYA - Atas upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh Kepala Distrik Mbiandoga, akhirnya pada hari Selasa pekan lalu Dana Bantuan Kamp
Bagikan
INTAN JAYA - Atas upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh Kepala Distrik Mbiandoga, akhirnya pada hari Selasa pekan lalu Dana Bantuan Kampung Program Pemerintah Pusat melalui Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akhirnya sampai juga ke tangan masyarakat yang diserahkan langsung oleh kepala distrik dan disaksikan pihak BPMK dan pihak bank. Penyaluran dana bantuan kampung tahap kedua tahun 2017 ini disampaikan Kepala Distrik Mbiandoga Yusak Agimbau, S.Sos,M.Si secara langsung kepada 16 perwakilan kepala kampung se Distrik Mbiandoga di lapangan terbang Ibukota Distrik Mbiandoga yang disaksikan sejumlah tokoh dan masyarakat yang hadir pada saat itu. “Hal ini merupakan terobosan dan contoh bagi distrik lain yang sangat sulit tingkat jangkauannya, dimana ada kampung yang sangat sulit untuk dijangkau, sementara pemerintah pusat mengharapkan agar dana kampung ini bisa sampai kepada masyarakat agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari dana tersebut,”. Demikian dikatakan Kepala Distrik Mbiandoga Yusak Agimbau, S.Sos,M.Si kepada Papuapos Nabire, Senin (19/3), di seputar Kelurahan Siriwini seraya menambahkan, dana kampung yang telah disalurkan dan diterima masing-masing kampung sebesar Rp333.000.000 juta per kampung yang disalurkan secara simbolis dan selanjutnya 16 kepala kampung bisa manfaatkan buat program di kampungnya. Lanjut kata Yusak, harapan kami selaku kepala distrik Mbiandoga agar kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) provinsi dan kabupaten diminta untuk membantu biaya transportasi, karena khusus kabupaten di wilayah pegunungan, tidak semua kampung bisa dijangkau dengan transportasi angkutan darat. Untuk itu, mulai tahun 2018 pemerintah provinsi dan kabupaten melalui kantor BPMK tidak harus tinggal diam, tetapi harus membantu biaya transportasi kepada kepala–kepala distrik, jika tidak dari mana kepala distrik punya dana transportasi untuk bisa hadir di kampung-kampung guna menyalurkan dana kampung dihadapan masyarakat. Karena harapan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten selalu agar dana bantuan kampung ini selalu harus tepat sasaran di masyarakat, akan tetapi bagi kampung dan distrik yang jauh selalu dihadapi soal dana transportasi. Sebab di wilayah pegunungan trasportasi angkutan udara (pesawat) yang selama ini bisa melayani masyarakat dan pemerintah. (des)
Bagikan artikel ini



