101 SPPG Terbentuk di Tanah Papua, Papua Tengah Baru 14 dari 88 SPPG

NABIRE – 101 Satuan Pelayanan Perumahan Gizi (SPPG) yang sudah terbentuk di Tanah Papua, dan telah mencapai 25 persen, SPPG yang sudah terbentuk diantaranya, Papua ada 38, Papua Barat ada 27, Papua Selatan ada 3, Papua Tengah ada 14 dari yang seharusnya 88, Papua pegunungan ada 4, Papua Barat Daya ada 15. SPPG ini yang berbasis kepada hitungan populasi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan di dalam Ballroom Provinsi Papua Tengah, pada Selasa (12/8/2025), agar setiap kampung harus ada satu kesatuan pelayanan pemenuhan gizi, dan kalau di tanah Papua ada 7.000 kampung, artinya bukan 88 satuan pelayanan pemenuhan gizi, dimana yang seharusnya ada 414 di Papua secara keseluruhan.
Ia menambahkan, harus ada 7.000 satuan penanggulangan gizi dan nanti pendekatannya lebih banyak kepada daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T), untuk daerah aglomerasi, perkotaan dan lain lain.
Ia juga berharap agar untuk daerah-daerah terpencil yang pengirimannya lebih dari 30 menit, maka nanti berkoordinasi langsung kepada Satuan Tugas (Satgas) yang ada di pemerintah daerah masing-masing.
Dadan Hindayana berharap bahwa nanti yang bekerja di SPPG adalah mama-mama atau warga lokal dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada, apakah itu karbohidratnya seperti ubi, pisang, atau ketela. Kemudian proteinnya mungkin diambil dari daerah pantai yaitu ikan.

“Kerjasama yang baik antara Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah, seluruh pemerintah daerah di Papua termasuk Papua Tengah ini, saya kira program ini akan jauh lebih cepat,” katanya.
Ia berharap bahwa seluruh infrastruktur agar dapat diselesaikan di akhir Oktober, sehingga November akhir seluruh penerima manfaat sudah bisa mendapatkan makanan bergizi di seluruh wilayah Papua.
“Satu yang penting bagi kami agar seluruh anak di 1.000 hari pertama dapat intervensi gizi yang baik. Karena itu untuk kecerdasan dan kemudian seluruh anak sekolah mendapatkan program makanan bergizi agar pertumbuhannya optimal,” tutupnya.(edi/saul)
Bagikan artikel ini



