JAYAPURA - Kepolisian Daerah Papua memberlakukan status siaga di Papua menjelang Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-68, 1 Juli yang juga diklaim oleh sekelompok masyarakat di Papua sebagai berdirinya Organisasi Papua Merdeka.   “Kita berlakukan status siaga, siaga lah pokoknya antara siaga tingkat satu maupun status siaga tingkat dua,” tegas Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian saat ditemui wartawan usai memimpin upacara kenaikan pangkat di Mapolda Papua, Senin (30/6). Kapolda mengklaim sampai saat ini belum ada ganguan keamanan menjelang 1 Juli di Papua. Namun, Kapolda menyatakan akan menindak tegas apabila ada pengibaran bendera Bintang Kejora. ”Sampai sekarang masih aman, kalau ada pengibaran bendera kita prinsipnya nanti, kita lakukan langkah-langkah persuasive, agar tidak terjadi konflik. Namun kalau situasinya bisa ditegakan hukum, yam aka ditindak,” kata Tito. Untuk mengantisipasi gangguan, kata Kapolda, pihaknya telah menyiapkan 2/3 kekuatan hingga separuh kekuatan Polda Papua atau setara 7000 personel Polri. ”Biasanya untuk siaga satu, 2/3 kekuatan sampai separuh kekuatan kita, ya kalau kekuatan kita 14.000, setengahnya bisa 7000 personel,” tandasnya. Soal peringatan HUT Bhayangkara sendiri, menurut Kapolda, akan dilakukan syukuran yang cukup besar. Pihaknya juga akan mengundang Gubernur Papua, Lukas Enembe, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua, serta pejabat DPRP maupun MRP. “Semua kita undang, kemudian juga nanti ada atraksi dari Bhayangkari Cilik, lalu penyerahan penghargaan kepada anggota Polri maupun TNI yang selama ini mendukung tuga-tugas Polri. Kemudian dilanjutkan hingga buka puasa bersama,”paparnya. Sedangkan untuk peringatan HUT Bhayangkara di Polres-Polres, Kapolda menyatakan akan menyerahkan kepada masing-masing Kapolres. ”Untuk Polres-Polres, saya serahkan kepada Kapolres, apakah nanti ada upacara atau Cuma syukuran, kalau di Manokwari nanti pa Wakapolda yang pimpin langsung,”kata Tito. (Syaiful)