Lompat ke konten utama
Papuapos Nabire

Pencarian

“Kajian Ilmiah Pers”

100 artikel cocok dengan pencarian Anda.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (11) Pers dalam Ancaman Besar Disrupsi dan Artificial Intellegence (AI)
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (11) Pers dalam Ancaman Besar Disrupsi dan Artificial Intellegence (AI)

NABIRE - Kerajaan pers cetak telah runtuh digantikan Pers Digital. Persoalannya karakter digital memiliki naluri baru, yakni membuang sekat-sekat fisika dan menggelar dunia maya yang ada di genggaman hape. Tak ada lagi fisika berbentuk tinta dan kertas, hasil proses pressing (printing) atau cetak. Dari tekanan silinder mesin cetak melakukan pressing terhadap plat, maka jadilah cetakan. Dari situ kata Pers berasal mula.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (10) Unsur Epistemologi dalam Pers
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (10) Unsur Epistemologi dalam Pers

NABIRE - Pada hari kesepuluh Kajian Ilmiah Pers, Abdul Munib, menjelaskan unsur epistemologi dalam Pers. Menurutnya, meski pers ada dalam dataran umum dan tidak masuk ke tanah terminologis disiplin ilmu, namun anasir epistemologisnya tetap melekat. Yakni dari sisi pola berfikir deduktif yang mencari penilaian khusus.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (9) Filsafat Pers Bukan Sekedar Cinta Kebijaksanaan
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (9) Filsafat Pers Bukan Sekedar Cinta Kebijaksanaan

NABIRE - Pada makna bahasa kata filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Ini lahir di jaman Filsuf Socrates ketika ia mengalahkan para senator Yunani Helenis yang mendominasi pendapat publik pada zaman itu. Socrates mengalahkan mereka semua dengan prinsip dirinya yang cinta terhadap kebijaksanaan atau hikmat.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (8) Bangsa ini Dilahirkan oleh Pena Pers
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (8) Bangsa ini Dilahirkan oleh Pena Pers

NABIRE - Empat puluh lima tahun sebelum Indonesia merdeka, di era kebangkitan nasional, perjuangan perlawanan bersenjata dirubah ke perjuangan tulisan. Pergerakan kebangkitan nasional dikawal oleh Pena Pers. Bangsa nusantara yang berkarakter gotong royong mempunyai DNA Falsafah Pancasila. Bahkan proklamator Soekarno dan Hatta diadili oleh pemerintah Belanda, karena keduanya menulis di media.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (7) HPN Belum Bertemu Khitah-nya
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (7) HPN Belum Bertemu Khitah-nya

NABIRE - Hari Pers Nasional (HPN) yang kemarin diperingati 9 Februari 2024, belum memahami betul apa yang terjadi pada 9 Februari 1946, delapan dekade yang lalu. Lima bulan setelah dibacakan Proklamasi sebagai tanda Indonesia Merdeka, wartawan Indonesia yang terhimpun dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan terinstensi terhadap kedatangan penjajah. Sejak bulan Oktober 1945 Bangsa Eropa kembali datang di Surabaya untuk menjajah ulang.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (6) Wartawan Sang Intrepetator
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (6) Wartawan Sang Intrepetator

NABIRE - Tiba-tiba kita dikagetkan oleh pernyataan Dahlan Iskan bahwa kebenaran lama berupa fakta dalam pers telah tergantikan dengan kebenaran baru, yakni persepsi. Menurutnya hari ini pers tidak lagi bersama kebenaran lama berupa fakta melainkan persepsi yang kemudian digiring menjadi framing. Namun Munib tak sependapat dengan pernyataan gurunya itu.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (5) Memahami Logika Pers
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (5) Memahami Logika Pers

NABIRE - Seorang wartawan harus dapat memahami apa itu Logika Pers. Menurut Abdul Munib, logika itu tersusun oleh konsepsi dan afirmasi untuk membuat satu proposisi (frasa/kalimat). Dalam ilmu bahasa konsepsi disebut subjek dan afirmasi disebut predikat.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers (3) *Mengenal Jenis Berita
Nabire

Kajian Ilmiah Pers (3) *Mengenal Jenis Berita

NABIRE - Dalam penulisan berita dalam pers dikenal beberapa jenis tulisan. Diantaranya adalah tulisan berita spot news, features, investigasi, deep news, analisis berita dan tajuk. Sedangkan tulisan dari luar, yaitu opini, artikel ilmiah, kolom atau tulisan sastra seperti cerita bersambung puisi.

Foto berita: Kajian Ilmiah Pers 'Bagian 2' Mengenal Sumber Berita
Nabire

Kajian Ilmiah Pers 'Bagian 2' Mengenal Sumber Berita

NABIRE - Sumber layak didalam pers adalah terdiri dari tiga aspek, yaitu posisi atau jabatan, profesi atau keahlian dan proporsi atau keterkaitan. "Seorang wartawan dituntut memiliki hubungan banyak dengan sumber-sumber berita. Ketika seorang wartawan hendak mencari sumber berita, maka sedikitnya sumber berita itu akan terkait dengan posisi atau jabatannya sedangkan yang terkait dengan sumber berita yang menyangkut profesi, yaitu ketika kita menanyakan kesehatan kepada dokter, masalah pendidikan kepada guru atau masalah keagamaan kepada para ahli agama. Adapun sumber berita yang terkait proporsi itu siapapun yang memiliki keterhubungan dengan peristiwa, masalah atau fenomena yang akan menjadi tema berita," papar Abdul Munib.