Yulianus Pasang: 50% Tenaga OAP Harus Dilibatkan Dalam Dapur MBG di Kota

NABIRE - Telah diketahui bersama bahwa semua sekolah yang ada di kota Nabire telah melaksanakan salah satu program Pemerintah Pusat, yakni program Makanan Bergizi Gratis (MBG), sehingga pemeintah daerah melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, meminta agar semua dapar MBG yang ada di kota harus melibatkan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) sebanyak 50% dari total tenaga kerja yang ada di masing–masing dapur MBG.
Karena dengan melibatkan tenaga kerja OAP di dapur MBG, berarti dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kabupaten Nabire secara khusus bagi saudara-saudara OAP dan sudah ada lapangan kerja baru bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menambah penghasilan demi keberlansungan hidup.
Sementara bagi seluruh dapur MBG yang ada di wilayah atau daerah–daerah Terpencil, Tertinggal dan Terluar (3T), dapur MBG dapat dikelola langsung oleh masyarakat OAP yang ada di daerah sekitarnya, dengan harapan khusus daerah 3T tidak lagi mendatangkan tenaga kerja dari kota maupun di luar Nabire.
Dikatakan Sekda Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang kepada Papuapos Nabire Selasa (3/2) di ruang kerjanya menambahkan, khusus program MBG yang ada di daerah 3T, tenaga kerja maupun makanan lokal harus diambil dari masyarakat setempat, agar masyarakat yang ada di daerah 3T juga punya lapangan kerja dan pendapatan atau penghasilan.
Untuk itu, diharapkan kepada pihak–pihak yang telah mengelola dapur–dapur program MBG yang ada di seputar kota Nabire diingatkan untuk harus mengambil tenaga kerja OAP sebanyak 50%, sementara sekolah–sekolah di luar kota atau daerah 3T harus melibatkan masyarakat OAP yang ada di sekitarnya.
Karena dari program pemerintah soal MBG, bukan saja penerima manfaat itu hanya anak-anak sekolah, tetapi juga penerimaan manfaat bagi masyarakat baik itu tenaga kerja di dapur hingga para petani sayur, buah, peternak dan para nelayanan.
Sehingga diharapkan melalui program MBG bagi anak-anak sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Nabire, secara khusus untuk menu sayur, buah, daging dan makanan lokal lainnya tidak didatangkan dari luar Nabire, tetapi kebutuhanya diambil atau beli dari masyarakat agar para petani juga bisa membuka lahan pertanian, para nelayan bisa rajin melaut dan peternak bisa terus memelihara ternak dengan bagi dan pada akhirnya mereka juga bisa terlibat sebagai penerima manfaat dari program MBG.(des)
Bagikan artikel ini



