NABIRE - Pimpinan Yayasan Siloam Papua (YSP) di Nabire, Amos Yeninar saat melakukan kunjungan kasih beberapa waktu lalu, mendapati Asrama III Damal di Karang Mulia, dalam kondisi yang memprihatinkan.

     Merasa perlu ada perhatian, Amos Yeninar mengajak Komunitas Peduli Nabire (KOPENA), Amoye Community, APAP, Komunitas Enaimo Nabire (KENA), dan Sandiwara Cafe serta Gereja GBI Sola Gratia untuk melihat bersama kondisi asrama tersebut.

   Amos Yeninar berinisiatif mempertemukan beberapa komunitas tersebut agar melakukan bakti social.

    Agar Asrama Damal di Nabire bisa mendapat perhatian dari banyak pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Puncak.

   Sehingga, sejak awal tahun 2021 telah dilakukan sejumlah pertemuan dan giat sosial, Diantaranya, diskusi, aksi donasi di lampu-lampu merah di Kota Nabire, Aksi Live Music dan Karaoke sebanyak 2 kali.

   Dari semua usaha uang telah dilakukan Yayasan Siloam Papua dan beberapa komunitas, telah mengumpulkan berupa uang Rp. 20 juta lebih.

   Mensikapi kondisi Asrama Damal tersebut, Yayasan Siloam Papua dan beberapa komunitas di Nabire menyampaikan sejumlah point permintaan.

   Pertama, meminta Pemerintah Kabupaten Puncak untuk bisa memberikan perhatian kepada Asrama Damal di Nabire.

   Kedua, meminta Pemerintah Kabupaten Puncak melalui dinas pendidikan untuk menyediakan anggaran untuk membangun sebuah asrama permanen bagi pelajar mahasiswa Damal yang ada di Nabire.

   Ketiga, meminta Pemerintah Kabupaten Puncak agar datang melihat kondisi dari dekat kehidupan Asrama Damal di Nabire.

   Karena, pelajar dan mahasiswa Damal di Nabire adalah aset masa depan Kabupaten Puncak.

  Keempat, meminta Pemerintah Provinsi Papua agar bisa memberikan perhatian lebih khusus pembangunan asrama bagi pelajar dan mahasiswa Damal di Nabire secara khusus dan asrama pelajar mahasiswa Papua secara umum.

   Siaran pers dari Amos Yeninar, Ketua YSP dan Pemerhati Sosial dan  Emon Kiwak, Ketua Asrama Damal Nabire, Selasa (23/2/2021), menyebutkan, asrama merupakan tempat yang diperuntukan bagi pelajar dan mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di suatu kota.

   Asrama merupakan kebutuhan utama yang mesti disediakan.

   Agar pelajar dan mahasiswa dengan baik dapat belajar baik di sekolah bagi pelajar dan di kampus bagi mahasiswa.

  Akhir-akhir ini, pembangunan asrama menjadi perhatian dari semua pemerintah kabupaten dan kota.

  Karena, pelajar dan mahasiswa merupakan aset masa depan bagi suatu daerah.

 Sehingga, selain persiapkan bantuan studi berupa uang, asrama mesti juga dipersiapkan sebagai kebutuhan prioritas dan utama.

  Keberadaan pelajar dan mahasiswa Damal di kota studi Nabire dalam rangka mengejar cita-cita dalam dunia pendidikan sejak puluhan tahun yang lalu.

  Walaupun pelajar dan mahasiswa Damal sudah ada di Kabupaten Nabire sejak lama, namun tidak disertai dengan satu kebutuhan utama, yaitu asrama.

 Asrama bagi pelajar dan mahasiswa Damal di Nabire seakan tak bersahabat dengan mereka.

 Karena, sejak lama pelajar mahasiswa Damal di Nabire tidak memiliki asrama yang permanen dari Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya maupun Kabupaten Puncak (setelah pemekaran).

 Asrama III Damal ini berada di Karang Mulia, Nabire.

 Mereka telah miliki sebuah lokasi yang strategis sejak lama.

 Asrama ini dikelola secara swadaya. Bangunan asrama dibangun dengan apa adanya.

 Perjuangan akan hadirnya sebuah asrama yang permanen telah lama diperjuangkan oleh para penghuni asrama.

 Namun, hingga kini tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten Puncak.

 Para penghuni Asrama III Damal Nabire ini telah berupaya akan hadirnya asrama.

 Perjuangan tersebut dimulai sejak tahun 2017.

 Mereka berusaha  naik ke kabupaten Puncak dengan cara jalan kaki selama 1 minggu.

 Mereka ketemu dengan bupati kabupaten Puncak.

 Saat itu, mereka dijanji akan dibangun sebuah asrama permanen.

   Karena janji tersebut belum kunjung ditepati, pada saat peresmian Asrama Puncak di Manokwari Provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu, beberapa pelajar dan mahasiswa berupaya datang ke Manokwari untuk bertemu dengan pimpinan Kabupaten Puncak.

 Dari sana juga, mereka dijanji. Namun, hingga detik ini janji tersebut tidak pernah ditepati untuk dibangun sebuah asrama permanen.

        Janji tinggal janji.

 Secercah harapan pun tak pernah datang dari Pemerintah Kabupaten Puncak bagi Asrama III Damal Karang Mulia di Nabire.

 Dalam beberapa waktu belakangan, Asrama Damal di Nabire ini dilanda sejumlah masalah, seperti pernah terjadi kebakaran.

 Asrama ini juga pernah dilanda banjir 2 kali.

 Selain itu, gedung asrama yang pernah dibangun Pemda Puncak Jaya semasa kepemimpinan Philipus Andrias Kum ludes terbakar.

 Mulai saat itu hingga kini belum ada gedung asrama yang dibangun. Gedung Asrama yang ada saat ini, dibangun secara swadaya saja.

 Tidak adanya bantuan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Puncak ini membuat Pelajar dan Mahasiswa Damal di Nabire sudah tidak percaya kepada pemerintahan periode ini.

 Karena, berbagai upaya telah dilakukan untuk hadirkan sebuah asrama yang permanen bagi Pelajar Mahasiswa Damal, namun tidak pernah ada jawaban atas semua usaha, upaya dan perjuangan. (PPN/ist)