WAROPEN - Sejarah mencatat bahwa Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) lahir dan tumbuh di Papua berawal dari kehadiran dua Zendeling Ottow dan Geissler pada 161 tahun silam lalu, yang ditandai dengan hadirnya sekolah pertama pada tahun 1856 di Mansinam dan sampai dengan tahun 1897 tercatat ada 10 sekolah. Selanjutnya F.J.F. Van Hasselt membuka sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah guru dan I.S. Kejne sebagai kepala sekolah pada tahun 1923 di Mansinam dan dipindahkan ke Miei pada tahun 1925 dengan guru bantuan antara lain Johan Arikhs, Petrus Kafiar dan Timtius Awenda.Dan guru–guru ini dapat dikirim ke Depok Jawa Barat untuk memperdalam pendidikan guru yang pertama dan seterusnya dan dilanjutkan oleh Zending yang dikirim oleh Utrecht Belanda dan pada tahun 1956 Pendidikan Kristen dilanjutkan oleh GKI di tanah Papua hingga saat ini.Zending melaksanakan pendidikan dengan pola asrama dengan tujuan agar terbentuk kesamaan dan kesatuan karakter, pengetahuan, ketrampilan, kecerdasan dan terbentuk moral etika kristiani sehingga menghasilkan didikan yang unggul.Pada zaman Zending pengurusan diserahkan ke suatu badan yaitu Ordinati yang didukung penuh oleh Pemerintah Hindia Belanda yaitu LOSO dan MOSO, setelah Papua masuk ke NKRI pendidikan Kristen diurus oleh badan yang dibentuk pada tanggal 8 Maret 1962, yaitu YPK.Untuk itu, YPK mengalami perkembangan yang tidak signitifkan banyak sekolah YPK yang dialihkan menjadi sekolah negeri, Inpres maupun binaan lahirnya ‘Otsus YPK dapat dibantu terlebih pada tahun 2008’.Sehingga lahirlah visi YPK bangkit memberi hidup kepada pengurus untuk terus berupaya menata adminitrasi dan personil dengan baik, dari badan pengurus PSW sampai ke sekolah–sekolah dan kebangkitan YPK diambil dari semangat Efesus : 5 ayat 14 yaitu ‘Bangunlah hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati kristus akan bercahaya atas kamu’.Perayaan HUT YPK ke54 saat ini dibawah sorotan tema “Pergi dan lakukanlah perintahKu dan Sub Tema ‘Melalui hari jadi YPK di tanah Papua ke-54 kita wujudkan pendidikan berkarakter Kristen dan Unggul’ dengan demikian maka kita perlu melihat bahwa YPK adalah anak sulung Gereja Tuhan.Namun kurang mendapatkan perhatian, mestinya kita tahu bahwa melalui YPK kita menyebarkan kasih dan mempersiapkan kader-kader pembangunan negeri ini kedepan sebagai pekabar Injil dan pembangunan dalam segala bidang dan sektor.Untuk itu diharapkan, sudah waktunya kita sadar akan kehadiran YPK dengan segala keterbatasan, namun telah banyak menghasilkan manusia berkwalitas yang telah membangun negerinya sendiri pada waktu-waktu yang lalu yang sedang melaksanakan pembangunan di tanah Papua saat ini.Dengan memperingati HUT YPK ke-54 ini menunjukan bahwa YPK sesungguhnya sudah dewasa secara usia yang mampu maju dan mandiri jika kita semua menopangnya dalam doa dan perbuatan yang nyata, terutama menghargai sekolah-sekolahnya dengan mempercayakan anak-anak kita untuk dididik dan diasuh pada sekolah–sekolah YPK, karena hanya YPK yang menerapkan pola pelajaran, mental rohani dan karakter Kristiani dengan demikian kita menyiapkan anak kita yang tangguh dan unggul untuk membangun negeri ini kedepan.Sehingga dengan tema dan sub tema YPK pada tahun ini kirannya menjiwai kita semua bahkan khusus bapak/ibu guru dan peserta didik pada kelas-kelas terakhir untuk menghadapi ujian nasional yang semakin dekat ini agar kelulusan pada tahun 2016 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.Di Waropen secara khusus melalui pendidikan berkarakter, maka itu dengan penuh rasa tanggung jawab telah menetapkan bantuan khusus sebesar Rp.5 milyar kepada YPK di Kabupaten Waropen.Ini merupakan suatu angka atau jumlah yang fantastis dan untuk pertama kali terjadi di tanah Papua, sebagai Bupati yang bertanggung jawab atas proses ini. Untuk itu selaku bupati mengucapkan terima kasih yang besar-besarnya kepada bapak mantan Penjabat Bupati Drs FX, Mote, M.Si yang telah berupaya menjawab keluhan atau pergumulan YPK selama ini.“Selaku bupati yakin dan percaya apa yang telah pemerintah berikan akan digunakan dengan baik untuk meningkatkan mutu pendidikan YPK di tanah Papua khususnya Waropen dalam membentuk karakter Kristen dan unggul bagi anak-anak didik demi kemajuan bagi tanah Papua dan Kabupaten Waropen secara khususnya,” imbuhnya. (Erens Rumbobiar)