NABIRE - Yesus naik ke surga adalah peristiwa alkitabiah, terjadi 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Di mana Yesus terangkat ke surga di Bukit Zaitun untuk kembali kepada Bapa. Ini menandai selesainya misi duniawi-Nya, penegasan keilahian-Nya dan janji penyertaan melalui Roh Kudus bagi murid-murid-Nya.

Demikian disampaikan Pastor Paroki ST. Yosep Nabar Pastor Vincensius Budi Nahiba, Pr, pada saat memimpin misa perayaan ekaristi Kenaikan Yesus ke Surga, Kamis (14/5/26) lalu, bertempat di Gereja Katolik Paroki ST. Yosep Nabire Barat.

Homili Pastor mengambil (Injil Matius 28:16-20) dalam khotbahnya mengatakan makna kenaikan Yesus ke surga adalah tujuh makna penting yang didalami dalam hidup kita, yang pertama Yesus kembali ke rumahnya. Kedua Surga telah terbuka untuk kita, ketiga Yesus menjadi pendoa kita.

Keempat Roh Kudus boleh turun, kelima kita diutus untuk bersaksi, keenam Yesus adalah raja segala-galaNya, ketujuh Yesus akan datang lagi.

“Ketujuh makna tersebut, kita perlu sadar renungkan dalam hidup kehidupan di mana kita berkarya, karena kehidupan kita tanpa melalui Yesus tidak bisa masuk surga hanya melalui Yesus kita masuk surga,” ujarnya.

Kenapa melalui Yesus, lanjutnya, karena Yesus sebagai perintis pembuka jalan, pembuka pintu surga untuk keselamatan bagi umat Tuhan di bumi ini.

Momen kenaikan Yesus ke surga oleh umat Katolik Paroki ST. Yosep Nabar mendirikan menara lonceng gereja hingga suasana umat sangat meriah.

Di kesempatan itu, selaku Pastor Paroki ST. Yosep Nabar Pastor Vincensius Budi Nahiba menyampaikan ucapan terima kasih kepada donatur-donatur yang telah bekerja keras menyumbangkan berupa uang, bantuan baik moril dan materil serta seluruh umat Paroki ST. Yosep Nabire Barat, hidup dan karya bapak ibu Tuhan berkati.

Kesempatan yang sama, Ketua Dewan Paroki F.X Sugiyo menambahkan seluruh umat melihat didirikan lonceng gereja gembira dan senang kepada bantuan dari donatur dan pastor paroki yang mana bekerja keras merubah wajah kemajuan gereja dan semua daya upaya Tuhan berkati. (modes)