Yayasan Pesat Salurkan Bantuan
NABIRE - Komunitas Yayasan Pesat Kabupaten Nabire, belum lama ini menyalurkan bantuan yang bersentuhan langsung dengan pihak yang layak mene
Bagikan
NABIRE - Komunitas Yayasan Pesat Kabupaten Nabire, belum lama ini menyalurkan bantuan yang bersentuhan langsung dengan pihak yang layak menerima. Sekretaris Yayasan Pesat Kabupaten Nabire, Gunawan bersama Ibu Yoce Istri dari Samuel Rumbekwan dengan menggunakan sebuah mobil avansa dan beberapa orang mereka menyalurkan bantuan ke pihak yang berhak manerima. Salah satunya di pensiunan Kelurahan Morgo, Kotalama. Mereka salurkan beberapa bingkisan. Dan tempat-tempat lain juga yang mereka kunjungi, dengan bentuk bingkisanya Sembako, minyak goreng, serta jenis lainnya. Pelayanan Yayasan Pesat di Kabupaten Nabire sebagai yayasan yang bermoto kasih. Yayasan Pesat tidak tinggal diam dengan adanya situasi pandemic corona di daerah ini. Berdasarkan informasi yang didapat media ini, pasien yang ditangani di rumah sakit Nabire berhasil ditangani dengan baik. Para perawat senior pengusaha klinik kesehatan, salah satunya John Dimara, mengapresiasi pihak kesehatan Kabupaten Nabire yang juga telah menyembuhkan salah satu pasien yang terinveksi virus corona. Hal ini sangat luar biasa, berkat kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI-POLRI yang melakukan pengamanan secara ketat dan doa dari semua agama di Kabupaten Nabire. Informasi tentang dampak dari virus corona ini tidak menjadi hambatan bagi hamba-hamba Tuhan yang berada komunitas Yayasan Pesat untuk melakukan pelayanan kepeduliannya dengan cara menyalurkan bantuan. Pendiri Yayayasan Pesat Kabupaten Nabire, Penginjil Ev. Daniel Alexander dan Ketua Yayasan Pesat Kabupaten Nabire, Ev. Edo, Sekretaris Gunawan, dan penanggung jawab lainnya di komunitas Yayasan Pesat mereka tetap setia melayani di ladang Tuhan. “Mari kita ikuti sikap wajib yang harus kita lakukan, yaitu tetap berbagi kasih dengan siapapun tanpa mengenal latar belakang, suku dan agama, kata Ev. Alexander. Kedua, setiap menjelang akhir tahun saat khotbah, dirinya selalu menyampaikan agar anak Tuhan tidak boleh ikut-kutan sebarkan berita hoaks karena kamu adalah rupa dan gambar Allah. Ketiga, jangan pelit. Pandangan dari pada pendiri Yayasan Pesat ini menjadi panduan bagi setiap komunitas Yayasan Pesat agar tetap memelihara prodak kebenaran firman Tuhan. Sekalipun ada kata-kata yang kadang-kadang tidak enak dan mengucilkan baik secara lisan maupun lewat internet tidak usah ditanggapi. Sikap Ev. Daniel Alexander sekalipun mereka tetap di dalam komunitas Yayasan Pesat ada kritikan bagi mereka. Mereka tetap memberkati orang yang mengkritik, pasalnya mereka berjalan sesuai dengan perintah Tuhan secara rohani dan bukan perintah kedagingan. “Jadi kalau ada masalah itu bagian dari pada sifat, hanya orang mati saja yang tidak punya masalah,” ujar Ev. Daniel Alexander. Perkembangan Yayasan Pesat di Kabupaten Nabire, bertahun-tahun tetap memberikan pelayanan yang terbaik, baik dalam dunia pendidikan juga usaha. Awal berdirinya komuitas Pesat di Kabupaten Nabire berdasarkan data media ini, Ev. Daniel Alexander bekerja sama dengan Budi Santoso. Ibu Yoke serta hamba-hamba Tuhan yang lain juga masyarakat di Kabupaten Nabire bersama-sama dalam susah dan senang mereka bangun sarana milik Tuhan, yang sekarang kita kenal dengan tempat pendidikan di setiap titik Kabupaten Nabire. Karena untuk mengajak orang mendekatkan diri dengan Tuhan harus butuh belajar analoknya teori adalah dasar dari pada sebuah praktek, maka sekarang kita perhatikan banyak anak-anak Papua dari daerah pegunungan maupun pantai juga pendatang yang berhasil disekolahkan oleh Yayasan Pesat lewat tanggung jawab Ev. Daniel Alexander dan Ev. Edo serta para pengusaha. Tak ketinggalan Yansen Karya Papua, somel imanuel serta lainnya. Dengan menyalurkan bantuan ke titik-titik tertentu yang layak menerima di kondisi wabah virus corona. Komentar salah seorang yang menerima bantuan dari komunitas Yayasan Pesat dirinya tetap berdoa agar pelayanan Yayasan Pesat di Kabupaten Nabire tetap berjalan baik dan juga dilindungi Tuhan. “Bukan saja saya dapat bantuan ini saya berdoa tapi memang saya berdoa untuk Yayasan Pesat karena sudah bukti pelayannaya dan perhatiannya terutama kepada masyarakat Papua dan juga masyarakat pendatang yang ada di Papua. Syalom Maranatha. Tuhan berkati,” tuturnya. (ist)
Bagikan artikel ini



