YASEBAPER Butuh Perhatian Pemda, Membangun SDM Papua
NABIRE - Semenjak adanya ijin operasional berdirinya SD dan SMP Baptis, Kemah Injil dan Gidi (BAKIDI) pada tahun 2014 (dua tahun silam) dari Dinas Pendidikan bagi dua sekolah ini mulai tancap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk turut serta membangun Sumber Daya Manusia (S
Bagikan
NABIRE - Semenjak adanya ijin operasional berdirinya SD dan SMP Baptis, Kemah Injil dan Gidi (BAKIDI) pada tahun 2014 (dua tahun silam) dari Dinas Pendidikan bagi dua sekolah ini mulai tancap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk turut serta membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang ada di bumi Nabire.
Dan dua lembaga pendidikan ini tentunya berada dibawah payung 3 Denominasi Gereja yakni Baptis, Kingmi dan Gereja GIDI dan payung hukum Yayasan Serikat Baptis Persaudaraan (YASEBAPER), sehingga pihak yayasan mempunyai program panjang agar kedepannya YASEBAPER akan membuka sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta satu perguruan tinggi.Untuk itu dengan dukungan tanah 300X300 M2 dapat digunakan untuk lokasi pembangunan SD dan SMP, sementara ada lagi tanah yang kini telah disiapkan untuk pembangunan SMK dan cita–cita pembangunan lembaga pendidikan ini hanya bertujuan untuk membangunan SDM anak-anak Papua yang ada di kota Nabire, secara khusus dan Papua bagian tengah pada umumnya.Dan hingga saat ini SD BAKIDI telah memiliki 3 ruangan kelas Rombongan Belajar (RB) dan satu kopel guru dua pintu dan memiliki tenaga pengajar sebanyak 7 orang guru, masing–masing satu orang guru berstatus PNS dan 6 lainnya guru honor, sementara SMP BAKIDI memiliki 5 ruangan RB, satu Kopel guru dua pintu serta memiliki 3 orang guru berstatus PNS dan 13 orang guru Honor. Demikian dikatakan Ketua YASEBAPER, kepada Papuapos Nabire Jumat (3/6), ketika didamping Kepala SD BAKIDI Yasebaper Lewo Tabuni dan Kepala SMP BAKIDI Yasebaper Pilipus Sesa, SE, di ruangan kerjanya.Dikatakan, yayasan ini tentunya mempunyai program jangka panjang untuk membangun SDM Papua di daerah ini. Untuk itu, diharapkan adanya perhatian pemerintah Kabupaten Nabire, karena YASEBAPER ini bergerak di bidang pendidikan dan baru berumur dua tahun, sehingga bantuan dan perhatian pemerintah sangat diharapkan.Terangnya, perhatian pemerintah yang diharapkan saat ini adalah pembangunan tambahan ruangan kelas baru untuk SD BAKIDI, pembangunan ruangan kelas baru bagi SMP BAKIDI, pembangunan jalan masuk, pembangunan pagar dan penyambungan aliran Listrik, karena jumlah siswa dan siswi di dua lembaga ini dapat dikatakan aktif mengikuti KBM selama dua tahun pelajaran.Dan tentunya, imbuh dia, pihak sekolah telah bersepakat dengan pihak yayasan untuk semua jenjang pendidikan dari SD hingga SMK dan perguruan tinggi yang ada dibawah payung YASEBAPER Nabire harus berpola asrama, karena dalam program jangka panjang nanti semua anak-anak yang ada di tiga Denominasi Gereja ini yang ada di Nabire akan diambil untuk menimbah ilmu langsung di lembaga pendidikan ini sampai tamat.“Lembaga YASEBAPER didukung tiga denominasi gereja, sebanyak 162 jemaat yang ada di Kabupaten Nabire dari barat hingga Timur Nabire, sehingga diharapkan pada awal tahun pelajaran 2016/2017 akan juga dibuka satu Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD. Tentunya pihak sekolah mempunyai tema ‘Kita Minum Air dari Sumur Sendiri’,” akhirnya. (des)
Bagikan artikel ini



