NABIRE - Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, mensosialisasi terkait pilot projek dalam rangka mengantisipasi TBC dan HIV guna menservis, pencegahan dimulai dari Puskesmas, dan dijadikan pokok utama dalam pelayanan, progres yang bagus untuk utamanya pelayanan dan pelaporan, dilaksanakan bertempat di Aula Setda Kabupaten Nabire, Rabu (3/07/2034).


Workshop dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Nabire, merupakan daerah terpilih dari 38 provinsi dan kabupaten yang ada.


"Kegiatan workshop kolaborasi pilot projek TB HIV di Provinsi Papua Tengah, dari 38 provinsi, ada 8 provinsi yang terpilih dari Kementerian Kesehatan untuk menjadi pilot projek kolaborasi TBC HIV, Papua Tengah terpilih dari 8 provinsi dan terpilih juga 2 kabupaten, yaitu Nabire dan Mimika, karena dilihat kasus tertinggi TBC dan HIV, sehingga pemerintah memandang perlu untuk melakukan kolaborasi TBC dan HIV," ucap Penny Rosari Tobing.


Lanjutnya, ada beberapa konsep yang diperbaharui, dari 2 kabupaten yang terpilih masing-masing dari 5 kabupaten layanan, Puskemas sebagai final project kolaborasi TBC dan HIV.
Terkait HIV ini menyerang imunitas dan mudah sekali terjangkit, terserang dan tertular oleh TBC.


"Pasien yang TBC itu bisa langsung discreening HIV, dan langsung saat itu juga mendapatkan pengobatan baik HIV maupun pengobatan TBC, pasien HIV harus discreening TBC, karena virus HIV menyerang imunitas tubuh seseorang dan mudah sekali terjangkit, terserang, tertular oleh TBC," ucapnya.


Dinas Kesehatan Provinsi masih mempunyai banyak PR terkait target yang harus mencapai 85 persen. "Terget TB HIV berdasarkan pencatatan pelaporan yang ada, untuk Papua Tengah baru 45 persen, sementara target nasional itu 85%, pasien TBC mendapat pengobatan HIV, pasien HIV mendapatkan pengobatan dots oat, kita  masih punya PR banyak, sehingga kita fokuskan dulu terutama untuk pelayanan pencatatan dan pelaporannya juga," pungkasnya.


Adapun konsep OSS yang menyangkut TBC HIV, dijelaskan oleh Etta Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire PJ Program HIV.


"Konsep One Stop Service ini adalah layanan yang kita menyediakan pasien TBC HIV agar bisa terlayani satu hari, bisa melakukan tes HIV pada hari itu dan pasien TBC juga seperti begitu," katanya.


Dari 38 provinsi, Papua Tengah mendapatkan amanah menjadi pilot projek dan kabupaten yang terpilih, yaitu Nabire dan Mimika. "Nabire Terpilih sebagai pilot projek dari konsep one stop service TBC HIV, karena kasus TBC HIV yang tinggi di Nabire, kemudian kasus yang tinggi ini belum semua pasien TBC ditest HIV nya, demikian juga pasien HIV juga belum discreening TBC," ucapnya.


Lanjutnya, targetnya untuk pasien TB maupun HIV bisa mendapatkan hasil di hari itu juga," tutupnya.(edi)