NABIRE - Peristiwa tak terduga datang di dunia jurnalistik, saat hendak meliput proses pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) jalur Otonomi Khusus (Otsus), bertempat di Gedung DPR Papua Tengah, Jalan Pepera Nabire, Selasa (27/05/2025) pagi.

Hal tersebut menimbulkan dampak kekecewaan pada wartawan-wartawan yang sedang menjalankan tugas sesuai prosedur. Padahal wartawan Nabirenews, sudah datang ke gedung DPR Papua Tengah tepat pukul 08.30 WIT, langsung masuk ke dalam gedung dan mengambil posisi tempat duduk paling belakang.

Kurang lebih 30 menit berselang, ada seorang laki-laki yang diduga staf DPR Papua Tengah datang menghampiri wartawan Nabirenews dan mengatakan bahwa, ibu diminta keluar. “Wartawan tersebut tidak mau keluar, karena merasa tidak ada kesalahan yang dibuatnya,” jelas Pimred NabireNews, Roy Ratumakin melalui via pesan WhatsApp (WA)

Ditambahkannya, setelah kejadian itu, datang seorang wanita (Staf DPR Papua Tengah) dengan suara keras meminta kepada wartawan NabireNews untuk keluar dari dalam gedung.

Setelah itu wartawan tersebut bertanya, kenapa harus keluar dari gedung, oknum staf tersebut mengatakan bahwa yang boleh meliput adalah wartawan yang sudah didaftar sehari sebelumnya.

Oknum staf tersebut juga menanyakan soal ID Pers, dan sudah dikatakan bahwa ID Persnya ada. Kemudian staf tersebut bertanya lagi, anda namanya siapa dan dari media mana.

Wartawan tersebut juga sudah mengatakan indentitasnya dan dari media mana. Namun staf tersebut tetap bersikukuh untuk menyuruh wartawan tersebut untuk keluar dari gedung.

Menghindari keributan di dalam gedung, wartawan NabireNews lebih memilih mengalah dan keluar dari gedung tersebut.(joseph)