DEIYAI – Sebagian besar warga Suku Kamoro yang mendiami di perbatasan  Deiyai - Mimika, mengklaim akan masuk di wilayah kabupaten Deiyai. Mereka berkeinginan untuk masuk jadi warga Deiyai, karena jarak dari tempat tinggal warga ini dengan Distrik Kapiraya, idak jauh dan selama ini selalu mendapat perhatian pelayanan dari pemerintah kabupaten Deiyai melalui Distrik Kapiraya.    Hal ini disampaikan, tokoh masyarakat Kamoro yang juga mantan Kepala Desa Suku Kamoro, Yulius Muipia, yang tinggal di perbataan Deiyai - Mimika, seusai mengikuti upacara bendera HUT RI ke72 tahun 2017, di Ibukota Distrik Kapiraya. Menurutnya, pemerintah kabupaten Deiyai dengan pemerintah kabupaten Mimika belum menjelaskan soal tapal batas administradi pemerintahan kedua kabupaten tersebut, namun dengan melihat komunikasi yang harmonis terbangun dengan Suku Mee dan hidup juga selalu berdampingan selama ini. Selain itu, juga dilihat dari beberapa faktor lain maka Suku Kamoro yang ada di perbatasan ini akan jadi warga Distrik Kapiraya, Deiyai. “Upacara HUT RI tahun ini juga kami datang ikut di Distrik Kapiraya ini. Nanti juga akan mengikuti kegiatan–kegiatan pemerintahan dengan Suku Mee yang ada di Kapiraya ini. Karena sejak dimekarkan menjadi satu pemerintahan distrik di  Kapiraya, hubungan komunikasi bahkan hidup bersama dengan Suku Mee sudah lama terbangun hingga saat ini, maka kami yang tinggal diperbatasan akan menjadi warga Distrik Kapiraya,” katanya. Dia menambahkan, jika kedua pemerintahan Deiyai-Mimika melakukan batas nanti juga kami akan sampaikan ke pemerintah Mimika bahwa akan masuk di wilayah Deiyai, namun sementara wacana untuk menyampaikan hal ini kepada pemerintah. Dia juga mengharapkan, kepada pemerintah dapat memberikan perhatian serius kepada warga yang mendiami di perbatasan, setidaknya dapat dilaksanakan sentuhan–sentuhan pembangunan melalui berbagai bentuk kegiatan pembangunan kepada warga agar warga masyarakat juga menikmati hasil pembangunan dari pemerintah daerah. Misalnya bangun rumah warga yang layak, buka akses jalan dan bantuan lainnya. Kami yang ada jauh dari ibukota kabupaten adalah warga yang tinggal di daerah terpencil, sehingga belum maksimal tersentuh pembangunan bahkan pelayanan dari pemerintah daerah.(henbob)