NABIRE - Warga kampung yang berada di Distrik Wanggar pada Jumat (15/7/22) lalu melakukan aksi pemalangan terharap gedung Puskesmas di Kampung Wanggar Sari. Aksi ini murni dari warga masyarakat wujud protes terhadap pembangunan Puskesmas yang belum selesai 100 persen. 

Warga meminta kontraktor atas nama CV. Viduma Indah untuk segera menyelesaikan pembangunan gedung Puskesmas Keperawatan Wanggar Sari SP B. Pembangunan Puskesmas itu baru mencapai 70 persen. Proyek tersebut dengan nomor kontrak 1199/SP/DAK/VIII/2021, sumber dana APBD/DAK tahun anggaran 2021, dengan penyedia jasa CV. Viduma Indah.

Ratusan warga bersama Kepala Distrik Wanggar, Kepala Puskesmas Keperawatan Wanggar, kepala kampung, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, memantau hasil pembangunan proyek yang masih belum selesai hingga masuk tahun 2022. Mereka memantau pada Jumat (15/7/22) di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar.

Dikatakan Kakam Wanggar Sari, Yosia Kegou, pada hari Jumat tanggal 15 Juli 2022, warga masyarakat Distrik Wanggar melakukan aksi pemalangan gedung Puskesmas yang berkedudukan di Kampung Wanggar Sari. Aksi ini murni dari warga masyarakat wujud protes terhadap pembangunan Puskesmas yang belum selesai 100 persen. 

“Masih banyak kekurangan dan kerusakan yang menurut kami perlu dilengkapi dan diperbaiki. Kami warga masyarakat Distrik Wanggar dalam hal ini kami selaku penerima manfaat maka dengan demikian kami belum bersedia menerima hasil pembangunan gedung Puskesmas karena kami merasa sangat dirugikan,” tuturnya.

Dikatakan, Pusekesmas Wanggar ini sebagai Puskesmas rujukan yang ada di wilayah Wanggar, Nabire barat. Maka dengan kondisi bangunan seperti ini, warga bersedih untuk menerima. Kontraktor diminta segera melengkapi kekurangan dan kerusakan yang belum dilengkapi dan diperbaki. 

Terkait persoalan ini, warga masyarakat Distrik Wanggar sudah menyampaikan aspirasi ke DPRD Nabire melalui Komisi C yang membidangi masalah kesehatan. Namun hingga saat ini belum ada jawaban.

Dalam pernyataannya warga juga menyampaikan, masyarakat Distrik Wanggar nyatakan sikap selagi gedung Puskesmas baru belum ada perbaikan dan belum dilengkapi, masyarakat selaku penerima manfaat dengan tegas menolak.

Pernyataan sikap dibuat masing-masing oleh Kakam Wanggar Sari, Yosia Kegou, Kakam Wiraska, Yodiman Kogoya, Kakam Kaladiri 1, Aquila Sabari, Ketua Bamuskam Wanggar Sari, Salam Ritonga, Ketua Bamuskam Wiraska, Sukardi, Ketua Bamuskam Kaladiri 1, Anthon Mabel, Kakam Wanggar Makmur, Kalep Mote, Kakam Bumi Mulia, Slamet Susanto, tokoh agama Distrik Wanggar, Pdt. Maria Kendek, S.Th, tokoh pemuda Distrik Wanggar, Maikel Murib, Ketua Bamuskam Wanggar Makmur, Petrus Degei, Ketua Bamuskam Bumi Mulia, Sri Widodo, tokoh adat Distrik Wanggar, Dorus Raiki, tokoh perempuan Distrik Wanggar, Sopia AB. (modes)