DEIYAI – Setelah menjalani masa puasa selama sebulan lebih lamanya bagi umat muslim di dunia,termasuk Warga muslim yang ada di waghete kabupaten Deiyai, tanggal 28 Juli 2014, telah merayakan hari raya lebaran 1435 hidria, yang telah ditetapkan  pemerintah.   Warga umat muslim yang ada di Deiyai, adalah kebanyakan warga pedatang yang selalu beraktifitas dagang kios itu, telah diperingati hari besar bagi umat muslim dengan penuh harmoni dan penuh damai diatara sesame umat yang ada di Deiyai. Ustat Mustali, ketika dalam khotbahnya, mengajak, di dalam kehidupan bermasyarakat,terus terbangun keharmonisan dan kedamaian diantara sesama umat. Jangan kita membeda – bedakan Karena agama, suku,ras, budaya, tetapi bagaimana menumbuhkan  bibit kedamaian allah terus terjaga diantara kita sebagai tetap satu  kesatuan umat ciptaan Allah.  “melalui perayaan lembaran, kita saling memaafkan satu sama lain, mulain dari keluarga, kelompk, masyarakat luas, kehamoisan , kedamaia, tetap terjaga sesuai harapan semua orang. Sehingga melalui tindakan yang diantara sesame, tanah Papua, terutama di tanah Deiyai terus terjaga tanah damai.”Kataya, ketika dalam khotbahnya.   Dia juga kembali, menjagak, terus terjaga dan terbangun keharmonisan dan kedamaian diantara sesama  warga  yang ada di tanah Deiyai, agar dengan kedamaian, kenyamanan semua aktifitas dan proses  pembangunan terus berjalan baik,lancar sesuai harapan bersama di daerah ini. sehingga di daerah ini juga terus terjadi perubahan dalam kehidupan bermasyarakat di daerah ini. Sementara itu, ketika ditemui wartawan media ini,dikediamannya,dia mengatakan, walaupn umat muslim di daerah ini minoritas, namun sangat ramai merayakan hari raya lebaran ini, dibandingkan tahun sebelumnya.    “saat lebaran, banyak warga local atau beragama Kristen yang  ada disini, datang untuk salaman dengan warga muslim yang ada di waghete di Deiyai ini. dan  hal ini, telah terbukti  bahwa keharmonisan, kedamaian, yang selalu terjaga diantara warga di daerah ini,terbukti. Dan Hal ini, terus terjaga di dalam kehidupan bermasyarakat  di daerah ini.”katanya.  (ist)