NABIRE - Warga masyarakat yang mendiami wilayah Meepago, mencakup lima (5) kabupaten, diantaranya Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, diminta kembali ikut ambil bagian/ fokus dalam upaya penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama 14 hari kedepan.

Hal ini seperti tertuang dalam hasil pertemuan bersama Asosiasi Bupati wilayah Meepago bersama Forkopimda pada Rabu malam kemarin.

Pertemuan lanjutan dalam rangka membahas percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Meepago yang berlangsung di Kantor Bupati Nabire, selama kurang lebih 3 jam itu, menyepakati beberapa poin penting sebagai tindak lanjut penanganan virus corona di wilayah Papua bagian tengah tersebut. 

Kelima bupati se Meepago yang hadir dalam pertemuan tersebut, selanjutnya perpanjangan penutupan akses transportasi baik transportasi udara, laut maupun darat hingga tanggal 25 Juni 2020 mendatang, yang tertuang dalam Surat Kesepakatan Bupati Meepago Nomor: 004/ABM/VI/2020. Selain poin diatas, juga disepakati diantaranya, terkait aktivitas pemerintahan, ibadah, pasar dan aktivitas masyarakat di kabupaten masing-masing dalam wilayah Meepago diberikan kelonggaran dengan syarat mengikuti ketentuan protokol kesehatan Covid-19.

Berikutnya, untuk kendaraan angkutan sembilan bahan pokok, bahan bakar minyak, bahan bangunan, pelayanan kesehatan dan kegiatan pemerintahan lainnya dari Kabupaten Nabire ke kabupaten-kabupaten lainnya di wilayah Meepago diberikan izin melintas pada hari Selasa dan Jumat dengan syarat pengemudinya maksimal 2 orang dan wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19, yakni membawa surat izin jalan dan hasil pemeriksaan kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire.

Disepakati pula, pemerintah kabupaten masing-masing dalam wilayah Meepago memfasilitasi kendaraan angkutan bagi para pelajar SD, SMP, SMA/SMK yang ingin mendaftar sekolah di kabupaten lain dalam wilayah Meepago.

Pemerintah kabupaten masing-masing dalam wilayah Meepago memfasilitasi pendaftaran secara online bagi pelajar SMA/SMK atau calon mahasiswa yang hendak pendaftaran diri masuk ke perguruan tinggi sambil menunggu perkembangan penanganan Covid-19.

Selanjutnya, semua masyarakat di wilayah Meepago wajib menjaga stabilitas keamanan dan ketertibaan daerah masing-masing dan tidak terpengaruh dengan provokasi dan gangguan keamanan dari pihak manapun dengan alasan apapun.

Semua masyarakat fokus pada percepatan penanganan Covid-19 dan dari sejumlah kesepakatan ini akan ditinjau kembali setelah 14 hari sejak ditetapkan.(wan)