NABIRE -  Dalam rangka merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus 25 Desember 2017, bertempat di gedung GKI Imanuel Kotalama, Pukul 17.30 WIT Kerukunan Keluarga Batak Nabire (KKBN) meggelar Perayaan Natal KKBN Tahun 2017 di bawah sorotan Tema “Jala Dame ni Kristus i ma Mangarajai di Bagasan Rohamuna / “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu (Kolose 3 : 15) dan Sub Tema, “Dengan Perayaan Natal Yesus Kristus Sumber Damai, Kita Tingkatkan Perdamaian, Persatuan Kerukunan Keluarga Batak Nabire. dimana, ibadah perayaan Natal KKBN Tahun 2017 di pimpin oleh Pendeta T.Pardede.   Dalam Sambutan Ketua Panitia Perayaan Natal KKBN, AKP. Mardi Marpaung, S.Sos melalui Wakil Ketua Panitia Perayaan Natal KKBN J. Nadeak mengatakan, Perayaan Natal KKBN Tahun 2017 merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur dan sukacita dari seluruh warga Batak yang ada di Nabire atas kelahiran sang Juru Selamat umat manusia Tuhan Yesus Kristus ke dunia. Dan sebagai ungkapan rasa syukur ini, seluruh warga Batak yang ada di Nabire berseru dan memuliakan nama Tuhan melalui ibadah perayaan Natal bersama KKBN. “Kami selaku Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak GKI Imanuel Kotalama yang telah memberikan tempat untuk merayakan Natal bersama KKBN, kepada Pengurus KKBN dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire. Karena, terselenggaranya Natal KKBN tahun 2017 ini atas kerjasama semua pihak, baik Panitia dan juga seluruh anggota KKBN,”ungkapnya. Sementara itu, Penasehat KKBN Drs. E.L.Sitorus, M.Si dalam sambutannya mengatakan, sebagai warga masyarakat Kabupaten Nabire yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Batak Nabire di himbau untuk selalu satu dalam keluarga besar Batak. Dimana, persatuan yang di maksud adalah bersatu di dalam suka maupun di dalam duka. Menurutnya, persatuan dan kesatan, serta kekompakan warga batak yang ada di Nabire masih minim, tetapi hal tersebut adalah merupakan sebuah tantangan bagi seluruh waga batak yang ada di Nabire. dengan harapan, di tahun-tahun mendatang seluruh anggota KKBN semakin kompak, solid, saling menopang, saling memberi dan saling menerima. “Jadikanlah kritikan-kritikan itu sebagai motivasi, dan jadikan itu sebagai kekuatan bagi kita untuk selalu menjadi kritik untuk hal yang baik, demi persatuan kita bersama. Jangan kita hanya bisa mengkritik, tetapi tidak bisa memberikan solusi ataupun terlibat dalam hal yang menjadi kritikan itu sendiri. Panitia sangat luar biasa, tanpa lelah, tanpa mengeluh, tetapi tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik untuk semua anggota KKBN,” tuturnya. Dirinya berharap, kedepan seluruh anggota KKBN harus belajar seperti air tentang apa arti ketenangan itu sendiri, bersatu, saling memberi dan memberikan yang terbaik untuk KKBN. Belajar hidup dalam kekuatan, karena kekuatan yang diberikan Tuhan Yesus Kristus adalah kekuatan yang sesungguhnya yang diberikan untuk umat manusia. “Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk, mari kita belajar, artinya apa yang kita dapat di dunia ini mari kita syukuri, jangan malah justru hal itu di jadikan kesombongan bagi diri kita, ada kemampuan kita mari kita berbagai dengan yang lain yang membutuhkan, dan biasanya hal yang terbaik yang sudah kita buat belum tentu baik bagi orang lain. Mari kita satu dalam Natal ini janganlah menilai kekurangan orang lain, tetapi jadikanlah kelebihan kita untuk menutupi kekurangan orang lain,”pungkasnya. (cad)