NABIRE – Distrik Wanggar merupakan satu-satunya distrik yang mendapat anugerah dan dicanangkan sebagai distrik peduli pengawasan Pemilu oleh Bawaslu Republik Indonesia. Anugerah dan pencanangan sebagai distrik peduli pengawasan Pemilu dilakukan langsung oleh Komisioner Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, S.Th.I, M.Si, Senin (31/5/21) di aula Distrik Wanggar, Nabire.

Seperti dikatakan Kepala Distrik Wanggar, Otis Money, ada indikator sehingga Distrik Wanggar dicanangkan sebagai distrik peduli pengawasan Pemilu oleh Bawaslu RI. Kata dia sebagai pemerintah distrik, pemilihan baik Pilkada maupun Pemilu terjadi di tingkat bawa. Dirinya memandang ada masyarakat yang bisa memahami demokrasi secara baik, tapi ada juga yang tidak bisa memahami secara baik. 

“Kami melihat sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU ini kurang ke tingkat kampung. Kami takutkan nanti kemudian Pilkada kita bisa terjadi kesalahan-kesalahan. Dan kalau terjadi kesalahan lagi jangan sampai terjadi potensi terjadi PSU lagi,” ujar Kepala Distrik Wanggar, Otis Money. 

Untuk itu, kata dia, dirinya berinisiatif bersama Ketua PPD serta Ketua Panwas Distrik untuk menggelar pertemuan dengan mengundang KPU dan Bawaslu Nabire ke Distrik Wanggar untuk memberikan sosialisasi kepada para kepala kampung, para ketua RT, para tokoh masyarakat, karena mereka ini yang selalu berasma-sama dengan masyarakat. 

“Kalau mereka bisa mendapat pencerahan dengan baik, pasti mereka juga bisa menyampaikan kepada masyarakat sehingga ketika PSU itu berjalan tidak terjadi kesalahan lagi. Dan kita berharap sama-sama PSU kali ini adalah PSU terakhir untuk melahirkan pemimpin di Kabupaten Nabire,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Nabire, Adriana Sahempa. Kata dia, mengapa Distrik Wanggar dipilih sebagai distrik peduli pengawasan Pemilu, karena memang dari 15 distrik yang ada di Kabupaten Nabire, Distrik Wanggar yang mempunyai kepedulian besar agar PSU Pilkada Nabire kali ini adalah yang terakhir. 

“Dari 15 distrik baru Distrik Wanggar yang mulai memberikan sosialisasi kepada masyarakatnya tentang bagaimana proses Pemilu atau PSU yang akan kita laksanakan. Distrik Wanggar akan menajdi distrik barometer, distrik percontohan bagi wilayah Kabupaten Nabire ketika PSU berlangsung dengan jujur, adil, bebas dan penuh dengan demokrasi, satu orang satu suara. Kami berharap penyelenggara di tingkat distrik sampai di TPS nantinya melalui sosialisasi yang sudah dilaksanakan bisa melaksanakan tugasnya sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih  lanjut dikatakan, selama pelaksanaan pemilihan ke pemilihan, Distrik Wanggar selalu yang terdepan ketika memberikan laporan ke KPU maupun ketika pleno. Tidak pernah ada interupsi atau komplain, tetapi semua berjalan baik karena penyelenggara di tingkat distrik menerapkan koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang baik. 

“Harapan kami untuk masyarakat Distrik Wanggar, ketika dicanangkan sebagai distrik peduli pengawasan Pemilu bukan sekedar pemanis bibir belaka. Tetapi nyatakanlah itu dalam kehidupan sehari-hari, jadilah mata, telinga dan mulut Bawaslu Nabire. Kami sangat berharap seluruh masysarakat di Distrik Wanggar sama-sama kita sukseskan PSU Pilkada Nabire,” ujarnya. 

Pantauan media ini di lokasi kegiatan, acara turut dihadiri Komisioner Bawaslu Republik Indonesia, Mochammad Afifuddin, S.Th.I, M.Si, tiga orang Komisioner Bawaslu Provinsi Papua, tiga orang Bawaslu Nabire, Kapolres Nabire, perwakilan Dandim 1705/Nabire, Kadistrik Wanggar beserta jajarannya, dan para tamu undangan lainnya. (ros)