MIMIKA - Calon Gubernur Papua Tengah nomor urut 4, Willem Wandik mengaku selama dua periode menjabat sebagai Bupati Kabupaten Puncak Jaya, tidak pernah mengganti orang (pejabat) atau kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang berkomitmen. Hal tersebut dilontarkan Willem Wandik dalam debat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, di sesi tanya jawab yang digelar di Kabupaten Mimika, Sabtu (19/10/24) lalu.

Paslon nomor urut 4, Willem Wandik dan Aloysius Giyai (WAGI) menjawab pertanyaan dari Paslon nomor urut 2, Natalis Tabuni dan Titus Natkime (NATO) yang bertanya: dalam kepemimpinan untuk menerapkan birokrasi yang bersih, dan merangkul semua pihak di Papua Tengah. Kalau Paslon nomor 4 terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, apa yang akan Paslon nomor urut 4 lakukan, dan dilihat dari latar belakang Willem Wandik pas menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya yang suka menyingkirkan OPD yang tidak disukai, jika terpilih sebagai Gubernur, apakah akan menyepak kepala OPD atau kubu lawan yang tidak disukai juga?

Willem Wandik menjawab, selama dirinya menjabat sebagai bupati mengklaim tidak pernah mengganti orang yang berkomitmen untuk daerah yang sedang dibangun bersama.

"Selama dua periode saya menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya, saya tidak pernah ganti orang, karena saya menghargai orang kerja yang mempunyai prestasi yang baik. Dalam masa dua periode saya menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya juga, pernah ada orang yang lawan saya, tetapi saya tidak pernah melihat orang itu sebagai lawan, saya tetap libatkan semua untuk kepentingan daerah atau bersama, karena kita semua punya potensi dan pandangan untuk membangun Puncak," ujarnya.

Wandik juga mengharapkan untuk kedepannya, semua calon Gubernur Papua Tengah agar tidak menyebar hoak dan menjatuhkan satu sama lain.

"Kita sama-sama membangun Papua Tengah karena kita mempunyai potensi yang sama. Siapa yang mempunyai ide dan gagasan mari kita bersama membangun Papua Tengah," harap Wandik.

Dalam kesempatan yang sama, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Papua Tengah nomor urut 4, Aloysius Giyai mengatakan, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, harus berlaku adil.

"Untuk menciptakan pelayanan publik dan pelayanan pemerintahan yang profesional dan efisien, jangan keluargais, sukuisme, agamais dan daerahis. Kita wajib berlaku adil bagi semua orang," ucap Giyai.(pal)