NABIRE – Saat Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, John Wempi Wetipo, Rabu (8/2/23) malam, seuai pertemuan dengan Penjabat Gubernur Papua Tengah, Wamendagri menerima kehadiran Tim 58 yang pernah bersama mantan Bupati Nabire Drs. AP Youw yang berjuang hadirnya pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Tim 58 yang bertemu Wamendagri dipimpim Petrus Semuel Jap Marey bersama Meri Yoweni. Tim 58 secara langsung menyerahkan dokumen pelepasan tanah adat yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan perkantoran Provinsi Papua Tengah. Petrus Semuel Jap Marey bersama Meri Yoweni menyerahkan dokumen tanah adat dan diterima Wamendagri RI, John Wempi Wetipo. Tim 58 berharap hal ini menjadi kajian dan pertimbangan oleh pemerintah pusat.

“Saat kami bersama Tim 58 menyerahkan dokumen pelepasan tanah adat, kami hanya bilang, kami tidak menuntut jumlah atau nilai uang yang harus pemerintah bayar sebagai ganti rugi. Tetapi kami hanya memperjuangkan apa yang telah diperjuangkan oleh Bapak Almarhum Yulian Jap Marey dan Almarhum Bapak Didimus Waray pada 20 tahun lalu agar kembali ditinjau lagi. Karena rencana perkantoran Provinsi Papua Tengah di Kampung Nusantara Kimi bukan baru diwacanakan,” ujar Petrus Semuel Jap Marey kepada Papuapos Nabire, akhir pekan lalu.

Pada saat penyerahan dokumen pelepasan tanah adat seluas 350 hektar di Kampung Nusantara Kimi, dirinya bersama tim hanya mengusulkan tiga hal penting. Jika pembangunan perkantoran Gubernur Provinsi Papua Tengah di Kampung Nusantara Kimi.

Pertama, PNS yang bertugas di kantor Gubernur Provisni Papua Tengah, kalau bisa 50 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 50 persen lagi non OAP. Kedua, dalam pengisian eselon diutamakan OAP yang punya kecakapan dalam bidang-bidang tertentu. Ketiga, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berikan beasiswa bagi anak-anak asli Suku Wate dan 5 suku lain untuk kuliah di luar negeri.

Dirinya sebagai anak tertua dari Almarhum Bapak Yulian Jap Marey menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, MM yang telah berjuang dan menghadirkan Provinsi Papua Tengah dan Nabire sebagai ibukotanya.(des)