Jayapura - Walikota Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan sengketa Pilkada yang menyeret Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. "Sampai sekarang saya belum menerima informasi terkait saya akan diperiksa KPK, namun saya siap jika hal itu dilakukan, dan saya mau tegaskan tidak pernah melakukan hal itu," tegas Wali Kota kepada wartawan usai menjadi saksi pada nikah massal muslim di GOR Waringin, Kotaraja, Selasa (4/3).Ia mengatakan, siapa pun orang yang datang untuk menemui dirinya termasuk KPK, dirinya siap dimintai keterangan.Namun, ia mengaku tak mengeluarkan biaya untuk menyuap MK terkait sengketa Pilkada pada 2011 lalu." Saya orang tidak mampu untuk membayar, karena tidak punya uang, apalagi pemilu kada sampai dua kali waktu itu," jelas Wali Kota.Ia mengakui kenal dengan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjayanto sejak masih menjabat sebagai Ketua LBH Papua dan merupakan kuasa hukumnya ketika sengketa Pemilukada beberapa tahun lalu.Seperti diketahui, dalam sidang mantan Ketua MK, Akil Mochtar beberapa waktu lalu menyebutkan terima suap dari beberapa kepala daerah di Papua yang bersengketa. (Sari)