NABIRE - Batalyon Infanteri TP 804/DBAY membangun fasilitas air bersih berupa sumur bor di Kampung Waharia, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI tersebut ditargetkan selesai dalam 12 hari, namun mampu dirampungkan lebih cepat dalam waktu sekitar 9 sampai 10 hari.

Komandan Yonif TP 804/DBAY, Letkol Inf. Okto Hutabri Tanimba, S.H., M.H.I. mengatakan pembangunan sarana air bersih tersebut merupakan pelaksanaan program pemerintah pusat yang dipercayakan kepada TNI AD untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih,Senin (22/06/2026).

“Ini merupakan program dari bapak presiden terkait penyediaan air bersih. Kami mendapat tugas untuk membangun fasilitas air bersih di desa-desa atau kampung-kampung yang mengalami kesulitan air bersih,” kata Danyon TP 804/DBAY.

Menurut Danyon, selain di Kampung Waharia, Yonif TP 804/DBAY juga tengah mengerjakan pembangunan sumur bor di Kampung Air Mandidi yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Danyon TP 804/DBAY,mengaku bangga karena satuan yang dipimpinnya dilibatkan langsung dalam program nasional tersebut. “Kami merasa terhormat karena Batalyon TP 804/DBAY dipercaya membantu masyarakat melalui pembangunan sumur bor. Saat ini kami mendapat dua titik pembangunan, yakni di Kampung Waharia yang telah selesai dan Kampung Air Mandidi yang sedang berproses,” ujar Danyon.

Awal pelaksanaannya pembangunan diawali dengan survei menggunakan alat geolistrik untuk mendeteksi keberadaan sumber air bawah tanah. Setelah titik sumber air ditemukan, dilakukan pengeboran hingga kedalaman sekitar 45 hingga 50 meter.

“Setelah mendapatkan sumber air yang cukup besar, kami menampungnya pada dua unit ground tank dengan kapasitas masing-masing 1.100 liter, sehingga total kapasitas penampungan mencapai 2.200 liter,” jelas Danyon.

Danyon berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat maupun pemerintah kampung agar tetap terjaga.

“Saya sudah berkoordinasi dengan kepala kampung agar fasilitas ini dijaga dengan baik karena merupakan kebutuhan bersama. Jika suatu saat terjadi kerusakan, masyarakat dapat menghubungi kami dan kami siap membantu,” kata Danyon.

Danyon juga mengingatkan agar air bersih yang disalurkan melalui program tersebut tidak diperjualbelikan ataupun dikomersialkan karena seluruh fasilitas dibangun untuk kepentingan masyarakat secara gratis.

“Program air bersih ini diberikan secara gratis kepada masyarakat. Tidak boleh diperjualbelikan atau dikomersialkan. Semua ini untuk masyarakat, dari TNI untuk rakyat, karena TNI lahir dan tumbuh bersama rakyat,” tegas Danyon.

Terkait besaran anggaran pembangunan, Danyon mengatakan hal tersebut merupakan kewenangan komando atas sehingga dirinya tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut. (luk)