NABIRE - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai wadah tunggal organisasi pengusaha yang mewakili dunia usaha (swasta, BUMN, koperasi) di Indonesia dalam hal ini Kadin berkolaborasi dengan pemerintah untuk kebijakan ekonomi, perdagangan dan investasi di wilayah Provinsi Papua Tengah. 

Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, saat membacakan sambutannya di acara pembukaan talkshow, Rabu (25/2/26) mengatakan, Papua Tengah memiliki penduduk hampir 1,5 juta jiwa yang tersebar di delapan kabupaten, yaitu Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya. 

Lanjutnya, setiap kabupaten di Papua Tengah memiliki potensi unggulan yang beragam, mulai dari sektor perikanan, pertambangan, pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan hingga pariwisata berbasis kekayaan alam dan budaya lokal. Keragaman ini menjadi fondasi kekuatan ekonomi daerah yang perlu dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Provinsi Papua Tengah terbentuk pada 27 Juli 2022 berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menetapkan beberapa program prioritas yang berpihak pada rakyat. Mulai dari pertambangan rakyat, koperasi di setiap kabupaten, lahan percontohan untuk petani dan pembukaan lahan kopi, kakao dan kelapa.

"Hari ini kita berbicara tentang arah besar pembangunan ekonomi Papua Tengah, yaitu pembangunan yang tidak hanya bertumpuh pada investasi besar, tetapi juga pada kekuatan rakyat, pada pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama Pembangunan," ungkap Deley.

Adapun lima hal penting yang disampaikan Deinas Geley, di antaranya, pengembangan pertambangan rakyat beserta regulasinya menjadi langkah penting untuk memastikan aktivitas tambang berjalan secara legal, tertib, aman dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

“Kita ingin pertambangan rakyat memiliki kepastian hukum dan mampu berkontribusi nyata terhadap pendapatan daerah serta kesejahteraan Masyarakat,” urainya.

Kedua, pendirian dan pembinaan koperasi di delapan kabupaten menjadi fondasi ekonomi kerakyatan. Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi merupakan alat perjuangan ekonomi rakyat. Melalui koperasi, masyarakat memperoleh akses permodalan, penguatan usaha secara kolektif. 

Ketiga, pembukaan lahan pertanian percontohan menjadi model pertanian modern berbasis produktivitas dan teknologi. Langkah ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di sektor pertanian.

Keempat, Pemprov Papua Tengah mendorong pembinaan petani kopi. Kopi Papua Tengah memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Program ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan, keberlanjutan dan masa depan ekonomi masyarakat.

Kelima, sektor perikanan terus diperkuat melalui pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Waharia Nabire, pembangunan UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar serta optimalisasi cold storage dan PPI di Kabupaten Nabire dan Mimika. Upaya ini bertujuan menjaga kualitas hasil perikanan, menstabilkan harga serta memperluas akses pasar.

Wakil Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan melalui pelatihan usaha kecil dan menengah. Dan percaya bahwa ketika perempuan diberdayakan secara ekonomi, maka keluarga akan menjadi kuat dan ketika keluarga kuat, maka daerah pun akan semakin maju.(rob)