NABIRE – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, H Muhammad Iskandar mengapresiasi kembalinya Persinab setelah beberapa tahun “tenggelam” dari sepakbola di tanah Papua. Klub sepakbola asal Kabupaten Nabire kini kembali bangkit dan sedang mengikuti turnamen Liga III Zona papua di Jayapura.

Muhammad Iskandar menyampaikan aspirasi terebut sebelum menutup Sidang Paripura DPRD Nabire dalam rangka pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD –P) Kabupaten Nabire tahun anggaran 2022 pekan lalu.

Wakil Ketua II menyatakan sekalipun baru berumur jagung kepemimpinan Bupati Mesak Magai dan Wakil Bupati Ismail Djamaluddin, patut disampaikan apresiasi karena telah membawa beberapa perubahan di daerah ini seperti jalan-jalan dalam kota yang lobang mulai diaspal, keindahan kota nampak karena jalan sudah mulai bersih. Dan satu lagi, Persinab yang sudah menghilang beberapa tahun terakhir ini, kini mulai bangkit. Persinab yang kita cintai mulai bangkit pada era kepemimpian Bupati Mesak Magai dan Wakil Bupati, Ismail Djamaluddin.

Iskandar menyatakan, patut diberikan apresiasi karena Persinab yang sudah hilang beberapa waktu kini bangkit kembali, sedang mengikuti kompetisi di luar Nabire.

Oleh sebab itu, Waket II dewan ini mengajak masyarakat di daerah ini untuk terus mendukung kepemimpinan Bupati Mesak Magai dan Wabup Ismail Djamaluddin dalam rangka meningkat pembangunan disegala bidang menuju kemajuan daerah yang kita cintai bersama. 

Sebelumnya, DPRD melalui pemandangan umum fraksi Golkar yang dibacakan Andreas Heluka saat Sidang Paripurna dalam pembahasan APBD-P Kabupaten Nabire juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Karena, kebersihan dalam kota sudah mulai nampak bersih.


Penanganan Sampah


Menyinggung penanganan sampah di dalam kota, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Kristianus Tekege di ruang kerjanya, sepekan lalu mengatakan penanganan sampah di daerah ini pemerintah menggandengan Den Zipur XII OHH untuk mengangkut sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di pasar-pasar dalam kota. Sedangkan sampah rumah tangga ditangani DLH.

Menurutnya, sampah di pasar diangkat dengan truck muatan banyak milik Zipur. Oleh sebab itu, penjual, pedagang dan warga sekitar pasar agar membuang sampahnya di pasar yang disiapkan sebagai TPS.

Sedangkan sampah rumah tangga dari warga diimbau untuk menempatkan di pinggir jalan dalam kondisi terisi dalam karton, platik dan karung yang sudah diikat untuk memudahkan petugas pengangkut sampah. Warga dimbau untuk tidak membuang sampah ke parit/selokan tetapi meletakannya di pinggir jalan sehingga sampahnya diangkut petugas kebersihan sampah. (ans)