NABIRE - Babak baru dimulai, sejagad raya dunia saat ini semua mata sedang tertuju pada perhelatan sepak bola dunia (Fifa Word Cup 2026). Di mana-mana saat ini memasuki musim Nonton Bareng (Nobar) di tempat-tempat umum maupun di rumah-rumah warga menyaksikan penampilan apik tim sepak bola masing-masing negara.

Musim Nobar sepak bola piala dunia tentu membawa energi positif, sekaligus dapat menjadi ajang silaturahmi masyarakat. Kendati pun demikian bisa berdampak pada menurunnya kinerja kerja di dunia kerja karena indisipliner. 

Lantaran itu, Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk tetap mengutamakan kedisiplinan dan pelayanan publik.

“Saat ini pelaksanaan piala dunia sudah berlangsung dan tentu menjadi perhatian banyak orang. Namun demikian, seluruh ASN dan tenaga honor tetap harus mengutamakan, kedisiplinan kerja dan pelayanan publik. Tidak boleh mengganggu jam kerja,” tutur Wagub Papua Tengah melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Herman Kayame, ST., MT, saat pelaksanaan kegiatan apel bersama, di halaman Kantor gGubernur Papua Tengah, Rabu (17/6/26).

Deinas menegaskan, para ASN harus hadir tepat waktu untuk menjalankan tugas sesuai tanggung jawab guna menjalankan tugas dan memastikan pelayanan kepada masyarakat. 

Kehahadiran harus tetapi waktu, pelayanan publik tidak boleh terganggu. Masyarakat tetap membutuhkan kehadiran pemerintah yang repositif, cepat, ramah dan mampu memberikan solusi.

Apalagi menurut Deinas, saat ini optimalisasi penyerapan anggaran baru mencapai sekitar 20 persen. Sehingga membutuhkan perhatian serius bagi seluruh pimpinan perangkat daerah. 

“Gegara Nobar piala dunia menghambat setiap OPD melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Hambatan administrasi, teknis maupun koordinasi harus segera diidentifikasi dan diselesaikan,” tegasnya.

Deinas menegaskan, percepatan penyerapan anggaran harus dilakukan secara tertib sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan kualitas pelaksanaan kegiatan. 

“Bapak/ibu sekalian kita tidak boleh membiarkan pekerjaan menumpuk di akhir tahun realisasi anggaran. Semua harus berjalan dan sejalan dengan manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya. 

Selain itu, Deinas kembali mengingatkan, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai kegiatan terhambat karena keterlambatan administrasi, kurangnya komunikasi atau lemahnya pengawasan internal,” ujarnya. (you/luky)