NABIRE - Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos.,M.Si, Selasa (8/7/25), membuka secara resmi kegiatan Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI). 

Dalam sambutannya Wagub Deinas mengatakan, pada hari yang penuh inspirasi ini, sekalian hadir dalam acara istimewa yang digagas oleh FGBMFI patut dibanggakan, karena hari ini disambut oleh para narasumber dan pembicara yang memiliki rekam jejak serta pengalaman yang luar biasa.

"Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas waktu dan kesediaan untuk berbagi ilmu, pengalaman serta strategi dalam meraih kesuksesan dan saya yakin, setiap wawasan yang akan dibagi akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi seluruh peserta," ujar Galey.

Wagub juga mengatakan, ketika berbicara tentang komitmen, berarti 

sedang berbicara tentang sebuah sikap dasar dalam hidup. Sebuah keputusan eksistensial yang tidak hanya menyangkut apa yang dilakukan, tetapi siapa kita sebenarnya. 

Dalam dunia kepemimpinan, bisnis dan pemerintahan, komitmen adalah prinsip yang memandu arah, menjaga integritas dan menguji konsistensi dalam mencapai tujuan.

Jika dilihat dalam literatur kepemimpinan modern, komitmen disebut sebagai salah satu dari core values atau nilai inti yang membentuk kepemimpinan yang autentik. Namun dari sudut pandang iman, komitmen bukan hanya disiplin kerja. "Komitmen bukan hanya disiplin kerja, komitmen adalah bentuk kesetiaan terhadap panggilan hidup," tambahnya.

Ditambahkannya, jika mengurai secara lebih rinci, komitmen terhadap kesuksesan sesungguhnya mencakup beberapa aspek penting, yaitu tekad yang kuat, yakni keyakinan penuh bahwa tujuan kita layak diperjuangkan.

Kedua, tanggung jawab, yaitu kesediaan menerima dan mengelola segala konsekuensi dari keputusan dan tindakan yang diambil. Ketiga, ketekunan, untuk tidak menyerah ketika menghadapi tantangan. Disiplin diri, dalam mengelola waktu, energi dan sumber daya dengan bijaksana. Selanjutnya, fleksibilitas, yakni kemampuan untuk beradaptasi di 

tengah dinamika dan perubahan realitas. Kesiapan untuk belajar, dari keberhasilan maupun kegagalan, karena setiap pengalaman adalah guru 

yang berharga dan ke-7, pikiran positif, untuk tetap fokus pada solusi, bukan terjebak dalam masalah serta kedelapan, keberanian mengambil risiko, karena inovasi dan pertumbuhan sering kali lahir dari keberanian  melangkah di wilayah yang belum pasti.

“Kita semua memahami bahwa perjalanan menuju puncak keberhasilan tidak selalu mulus. Akan ada saat-saat di mana kita merasa lelah, ragu atau bahkan ingin menyerah. Namun, di sinilah komitmen kita diuji. Komitmenlah yang akan menjadi pembeda, mendorong kita untuk bangkit kembali, belajar dari setiap batu sandungan, dan terus melangkah maju dengan keyakinan penuh,” jelasnya.

Galey tak lupa mengajak seluruh yang hadir dalam ruangan untuk menjadikan forum ini sebagai wadah untuk saling menginspirasi, membangun jaringan yang kokoh dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meraih kesuksesan bersama. Baik sebagai individu, pengusaha maupun sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Papua Tengah. 

“Kita memiliki potensi yang luar biasa yang harus terus kita gali dan kembangkan. Papua Tengah adalah tanah dengan potensi besar. Tetapi lebih dari itu, Papua Tengah adalah tanah yang sedang menanti kebangkitan generasi yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai, visi dan keberanian untuk membuat perbedaan. Forum ini adalah bagian dari kebangkitan itu,” pungkasnya.(rob)