Waghete Menjadi Kota Judi, Okto Mote : Kami Akan Tutup!
DEIYAI - Wajah Waghete ibu kota Distrik Tigi yang berkedudukan di jantung kota Kabupaten Deiyai, belakangan tersulap menjadi Kota Judi. Permainan judi seperti Dadu, Rolex, Togel dan Bola Gulung Ceme sedang menjamur di kota tua itu. Bahkan peredaran minuman beralkhol pun tak terbendung. Konon katanya, tak sedikit warga kabupaten itu terjerumus dalam kegiatan-kegiatan amoral dan kini nyaris menjadi satu-satunya mata pencarian mereka.

DEIYAI - Wajah Waghete ibu kota Distrik Tigi yang berkedudukan di jantung kota Kabupaten Deiyai, belakangan tersulap menjadi Kota Judi. Permainan judi seperti Dadu, Rolex, Togel dan Bola Gulung Ceme sedang menjamur di kota tua itu. Bahkan peredaran minuman beralkhol pun tak terbendung. Konon katanya, tak sedikit warga kabupaten itu terjerumus dalam kegiatan-kegiatan amoral dan kini nyaris menjadi satu-satunya mata pencarian mereka.
Sepertinya, Kepala Distrik Tigi, Oktopianus Mote, S.IP tak ingin kegiatan-kegiatan amoral tersebut berlarut terjadi hingga menjamur di wilayah Kabupaten Deiyai. Sehingga dirinya berkomimen untuk memberantas alias tutup.
“Sejak saya dilantik oleh Pak Bupati, saya suda berkomitmen untuk berantas semua bentuk judi dan hiburan yang berpotensi maksiat. Sehingga selama ini saya terus bekerja dan sosialisasi kepada khalayak umum terutama kepada masyarakat saya untuk tidak melakukan hal-hal tak senonoh itu,” kata Kepala Distrik Tigi, Oktovianus Mote kepada awak media melalui sambungan telepon selulernya dari Waghete, Selasa (22/3/22).
Menurut Okto, judi dan Miras adalah kegiatan melanggar hukum moral, tentu bertentangan dengan tiga hokum, yakni Hukum Allah, Hukum Pemerintah dan Hukum Adat. Sehingga untuk menjauhkan masyarakat dari kegiatan amoral tersebut jalannya adalah tutup.
“Tidak sedikit warga kami sudah terjerumus di dalam dunia judi dan Miras bahkan menjadi mata pencarian mereka, tetapi dampaknya tidak elok, maka mata rantai ini kami harus akhiri (tutup),” tegas Okto.
Okto mengaku, untuk menutup semua jenis penyakit sosial tersebut pihaknya telah mengeluarkan himbauan dan undangan kepada semua pamangku kepentingan di Kabupaten Deiyai. Untuk menyaksikan kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama dan deklarasi Distrik Tigi bersih dari semua bentuk kegiatan amoral.
“Kami sudah mengeluarkan himbauan sekaligus undang kepada tokoh agama, dewan adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan kaum intelektual dari lima distrik di Kabupaten Deiyai guna menghadiri kegiatan penandatanganan dan deklarasi yang sedianya akan dilaksanakan pada Senin (28/3/22),” akunya.
Kegiatan kemanusiaan tersebut, Okto menyebut, Bupati Deiyai Ateng Edowai bersama unsur Forkopinda, empat kepala distrik, lima ketua klasis dan lima pastor paroki di wilayah Kabupaten Deiyai akan turut menyaksikan kegiatan tersebut.
“Kami sudah undang bapak bupati bersama Fokopimda, juga kepada teman-teman empat kepala distrik, ketua-ketua klasis dan pastor-pastor Paroki untuk menyaksikan acara itu. Langkah ini kami lakukan demi menyelamatkan Deiyai dan manusia Deiyai yang lebih baik kedepan,” pungkasnya. (eby)
Bagikan artikel ini



