Wabup Naftali Akawal Buka Diklat Kepamongprajaan bagi 25 Kepala Distrik se-Kabupaten Puncak

JAYAPURA – Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, SE, MM, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepamongprajaan bagi 25 Kepala Distrik se-Kabupaten Puncak di Kotaraja Dalam, Kota Jayapura, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari hingga 12 Juni 2026 tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Puncak untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan distrik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Diklat yang diselenggarakan oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Puncak bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua itu diikuti oleh 25 kepala distrik yang sebelumnya dilantik oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni, pada 2 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Naftali Akawal menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan pembelajaran biasa, melainkan menjadi wadah strategis untuk membangun integritas, disiplin, profesionalisme, serta kemampuan aparatur dalam menghadapi berbagai tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.
“Sebagai kepala distrik, Saudara-Saudara memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya aparatur menjadi sangat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Naftali.
Menurutnya, kepala distrik memiliki posisi yang sangat penting dalam menjembatani kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap materi dan rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi kepemimpinan.
Naftali juga mengingatkan agar para peserta mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Puncak setelah kembali ke wilayah tugas masing-masing. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi dengan kepala kampung dan masyarakat guna menciptakan daerah yang aman, maju, dan sejahtera.
“Harus ada kerja sama dengan masyarakat di distrik agar daerah itu maju dan aman. Masyarakatnya berkembang, baik dari segi ekonomi maupun pembangunan di tingkat distrik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Puncak, Jhon Kogoya, menjelaskan bahwa selama lima hari pelatihan, para peserta akan menerima berbagai materi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi pemerintahan distrik.
Materi tersebut meliputi kepemimpinan tingkat distrik, tugas-tugas kepamongprajaan, tata kelola pemerintahan, alur koordinasi, regulasi pemerintahan, hingga manajemen keuangan distrik. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan kedisiplinan dan baris-berbaris sebagai bagian dari pembentukan karakter kepemimpinan.
“Mereka juga akan diberikan pelatihan baris-berbaris dan kedisiplinan manajemen. Targetnya, ketika ada upacara peringatan di tingkat distrik, misalnya Upacara 17 Agustus, para kepala distrik ini sudah siap dan mampu memimpin upacara dengan baik,” jelas Jhon.
Pemerintah Kabupaten Puncak berharap melalui pelatihan ini para kepala distrik dapat semakin profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, memperkuat pelayanan publik, serta menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah masing-masing.
Pembukaan Diklat Kepamongprajaan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Puncak Elkana Waropen, Kepala BPSDM Provinsi Papua Emanuel Korey, para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan. (Diskominfo Puncak)
Bagikan artikel ini



