Wabup Dogiyai : Sekretaris KPUD Agar Berkantor di Dogiyai
DOGIYAI - Wakil Bupati Dogiyai, Herman Auwe, S.Ip meminta Sekertaris KPU Kabupaten Dogiyai agar segera berkantor di Dogiyai. Karena masalah pemilihan DPR maupun pemilihan presiden tinggal menghitung hari. Dinilai selama ini tidak pernah berada di Dogiyai dan tidak melakukan
Bagikan
DOGIYAI - Wakil Bupati Dogiyai, Herman Auwe, S.Ip meminta Sekertaris KPU Kabupaten Dogiyai agar segera berkantor di Dogiyai. Karena masalah pemilihan DPR maupun pemilihan presiden tinggal menghitung hari. Dinilai selama ini tidak pernah berada di Dogiyai dan tidak melakukan koordinasi kerja kepada pemerintah Kabupaten Dogiyai.
“Kalau selalu ada di Nabire kerja apa di Nabire ?” tanya wakil bupati.Menurut Wakil Bupati , Sekretaris KPUD Dogiyai agar selalu ada di Dogiyai untuk melakukan koordinasi kerja bersama pemerintah setempat. Dan juga sebagai bentuk tindakannya agar dalam minggu ini pula sekretaris KPUD Dogiyai agar segera melaporkan sejumlah tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014 ini.“Sebab kami tidak mau dengar kalau pemilihan DPR maupun pemilihan presiden ini Kabupaten Dogiyai yang bermasalah sehingga sejumlah dana penyelenggaraan pemilihan umum belum bisa dicairkan dan rencana tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilu 2014 yang direncanakan oleh lembaga KPUD Dogiyai seringkali mengalami kendala,” tuturnya. Ia juga menegaskan, kalau menyangkut dana penyelenggaraan Pemilihan Umum 2014 ini pemerintah Kabupaten Dogiyai telah menganggarkan pos dana khusus untuk berbagai tahapan penyelenggaraan pemilihan DPR maupun pemilihan presiden. Tinggal melakukan koordinasi kerja kepada pemerintah setempat.Selain itu, dana yang dihibahkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Papua kepada KPUD Dogiyai hingga saat ini pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak tahu. Karena sekretaris KPUD Dogiyai tidak pernah melaporkan kepada pemerintah setempat.“Kemarin saya lihat Sekertaris KPUD Dogiyai ada di Dogiyai selama dua hari, namun dia tidak menemui kami untuk menjelaskan apa yang sedang dilakukannya namun langsung turun ke Nabire. Sehingga kami pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak tahu sampai sejau hmana penggunaan keuangan maupun tahapan penyelenggaraan pemilihan umum,” katanya. “Ia kalau memang ada di nabire terus, apa ada dana yang kurang sehingga lobi dana pada para donatur atau memang tidak mau bekerja menjadi sekertaris KPUD itu harus jelas supaya kita mencari solusi,” tambahnya.Wakil Bupati menjelaskan, pos bantuan dana telah dianggarkan dari pemerintah Dogiyai untuk penyelenggaraan pemilihan DPR dan presiden ini dari alokasi dana tambahan. Sedangkan dana yang dihibahkan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat tidak tahu. Karena sekertaris KPU belum pernah melakukan koordinasi kerja kepada pemerintah daerah setempat. “Sampai saat ini kami tidak tahu, berapa dana yang dikirim kepada sekretaris KPU, karena sekretaris KPU tidak pernah ketemu kami,” ujar Wakil Bupati.“Kemarin dia ada di dogiyai, namun dia tidak koordinasi kerja bersama kami pemerintah tetapi langsung turun ke Nabire. Padahal saya selalu ada di Dogiyai, tetapi dia lihat kami musuh bagi dia, padahal kita yang kasih jabatan untuk dia,” kata Wakil Bupati.Dirinya mengharapkan kegiatan atau tahapan penyelenggaraan pemilihan umum ini selalu berjalan sesuai dengan jadwal dari KPU Pusat maupun KPU daerah yang telah diamanatkan melalui undang–undang yang ada. “Tahapan penyelenggaraan pemilihan tetap dijalankan sebab itu agenda nasional, bukan agenda daerah. Tinggal bagaimana sekretaris KPU mau menjalankan program nasional ini,” kata Herman.Sementara itu Ketua KPUD Dogiyai, Didimus Dogomo, ST juga membenarkan bahwa sekretaris KPUD Dogiyai tidak pernah berada di kantor KPUD Dogiyai. Sehingga sejumlah tahapan pelaksanaan kegiatan pemilihan umum seringkali terkendala namun selalu laksanakan.“Saya akan laporkan kepada Bupati Dogiyai bahwa sekretaris KPUD Dogiyai tidak pernah berkantor di Dogiyai. Sebab Sekretaris KPUD adalah perwakilan birokrasi yang ada di lembaga KPU,” kata ketua. (Herman Anouw)
Bagikan artikel ini



