DOGIYAI – Wakil Bupati Dogiyai, Herman Auwe, S.sos meminta warga Kabupaten Dogiyai untuk tidak membakar hutan lindung maupun hutan liar. Sebab beberapa pekan ini di daerah Dogiyai sedang musim kekering. Penegasan ini disampaikannya  usai pelaksanaan pentabisan 75 kepala kampung, di Aula Koteka Moge, Dogiyai, belum lama ini. Ia mengimbau warganya untuk tidak membakar hutan maupun sisa potongan batang pohon dan rumput guna mencegah terjadinya musibah kebakaran. Hal ini sudah terbukti beberapa kali, kebakaran hutan serta lahan kosong yang terjadi akibat pembakaran potongan pohon di Kabupaten Dogiyai.Menurutnya, membakar sampah ini cukup berbahaya jika tidak diawasi. Apalagi saat melakukan pembakaran anginnya cukup kencang dan sedang dalam cuaca panas.  “Kondisi cuaca yang panas ini membuat rumput maupun semak menjadi kering, sehingga sangat mudah terbakar,” terangnya.Sementara itu, Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa akan ada Perda larangan membakar sampah di Kabupaten Dogiyai. Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk membakar sampah sembarangan.“Banyak kerugian yang ditimbulkan dari pembakaran ini, selain musibah kebakaran ini merusak ekosisten, asap yang dihasilkan juga menimbulkan polusi dan penyakit bagi makluk hidup, serta kekeringan di beberapa kali dan debit air di berkurang,” jelas Auwe. (Herman Anouw)