NABIRE - Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Jumat (17/4/26), membuka secara resmi Festival Cap Go Meh tahun 2026 yang mengusung tema ‘Pesona Budaya Harmoni Nusantara’.

Dikatakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah Victor Fun, S.Sos, M.Si, saat membacakan sambutan Gubernur Meki Nawipa SH, ini merupakan cerminan nyata dari kehidupan masyarakat di Papua Tengah, tanah yang dihuni oleh berbagai suku, agama dan latar belakang budaya yang berbeda, namun hidup dalam satu semangat persaudaraan.

“Keberagaman ini adalah kekuatan dan Perbedaan adalah anugerah dan toleransi, saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai antar,” ujarnya.

Melalui momentum ini, untuk meneguhkan kembali nilai umat beragama di antar suku. Inilah fondasi utama dalam membangun Papua Tengah yang aman, harmonis dan berkeadaban.

“Kita patut bangga bahwa Papua Tengah mampu menjadi bagian dari wajah besar nusantara yang kaya akan keberagaman budaya. Oleh karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah, agar kemajuan yang kita capai tidak menghilangkan akar jati diri kita,” harapnya.

Budaya bukan hanya warisan, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa. Festival ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ruang perjumpaan antar budaya, di mana nilai-nilai luhur diwariskan, dipertunjukkan dan dirayakan bersama.

Ia juga mengatakan, pada kesempatan ini juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus PSMTI Provinsi Papua Tengah. Diharap PSMTI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial serta berkontribusi dalam pembangunan daerah yang sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah, yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, berbudaya dan harmonis, kegiatan seperti ini memiliki peran yang strategis.

Tambahnya, festival ini tidak hanya memperkuat persatuan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan menggerakkan sektor pariwisata daerah dan membangun citra positif Papua Tengah sebagai daerah yang damai dan inklusif.

“Melalui kegiatan ini akan tumbuh semangat kebersamaan, optimisme dan keyakinan bahwa Papua Tengah mampu maju, berkembang dan menjadi rumah yang damai bagi seluruh masyarakatnya. Mari kita jaga tanah ini sebagai tanah kedamaian, tempat di mana setiap orang merasa aman, dihargai dan memiliki masa depan,” tandasnya.(rob/humPemprov PT)