DOGIYAI – Upaya mengungkap tabir kebenaran di balik Tragedi Moanemani pada 31 Maret – 1 April 2026 memasuki babak baru. Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati Yuliten Anouw, SE, secara resmi menerima kunjungan Kepala Sekretariat Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, beserta rombongan pada Kamis (9/4/2026).

Pertemuan krusial tersebut berlangsung di Kediaman Bupati, Tokapo, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. Kehadiran Komnas HAM ini merupakan respons langsung atas tuntutan publik dan keluarga korban yang mendesak adanya keadilan atas tewasnya warga sipil dalam operasi aparat keamanan beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yudas Tebai menegaskan keterlibatan Komnas HAM RI sangat vital untuk memastikan proses penyelidikan berjalan secara independen, imparsial dan sesuai dengan standar Hak Asasi Manusia internasional.

“Sikap Pemerintah Daerah Dogiyai yang menerima rombongan ini dengan tangan terbuka adalah bukti komitmen kami untuk tidak menutup-nutupi fakta. Kami ingin kebenaran terungkap secara objektif demi rasa keadilan keluarga korban,” tegas Yudas.

Ia menambahkan, temuan dari investigasi ini nantinya tidak boleh hanya menjadi dokumen formal semata. Hasil penyelidikan Komnas HAM harus menjadi dasar hukum yang kuat untuk menyeret para pelaku penembakan ke peradilan, baik melalui pengadilan militer maupun peradilan umum.

Lebih jauh, Bupati Yudas menjelaskan langkah menyambut Komnas HAM adalah bentuk pengakuan pemerintah terhadap luka mendalam yang dirasakan masyarakat. Kehadiran lembaga negara ini diharapkan mampu memvalidasi suara para korban yang selama ini merasa terabaikan.

"Pemerintah daerah harus benar-benar 'hadir' untuk rakyatnya, terutama mereka yang menjadi korban dalam tragedi Moanemani. Kami ingin memastikan bahwa hak-hak mereka sebagai warga negara dilindungi," tambahnya.

Dukungan penuh terhadap Komnas HAM ini juga menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat, baik Mabes Polri maupun TNI, bahwa penyelesaian konflik di Dogiyai tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan keamanan yang militeristik. 

Yudas Tebai menekankan, stabilitas di Dogiyai hanya bisa dicapai jika solusi yang diambil berbasis pada penegakan hukum dan penghormatan terhadap HAM. Dengan investigasi yang jujur dan transparan, diharapkan fondasi perdamaian yang sejati dapat kembali dibangun di atas tanah Dogiyai.(pal/you)