Uskup Timika Tiba di Nabire
NABIRE - Uskup Keuskupan Timika, Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA tiba di Nabire pada Rabu (2/7/25) kemarin. Ribuan umat katolik berbondong-bondong memadati Jalan Jenderal Sudirman, berdiri di bawah terik matahari, menanti dengan bangga Uskup Keuskupan Timika yang baru tersebut.

NABIRE - Uskup Keuskupan Timika, Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA tiba di Nabire pada Rabu (2/7/25) kemarin. Ribuan umat katolik berbondong-bondong memadati Jalan Jenderal Sudirman, berdiri di bawah terik matahari, menanti dengan bangga Uskup Keuskupan Timika yang baru tersebut.
Dari kejauhan, suara nyanyian adat dan sorakan penuh semangat dari para mama Papua. Orang dewasa mengenakan busana adat lengkap, dan anak-anak menari riang dengan hiasan dan ornamen dari rajutan kulit kayu.
Uskup Bernardus pun tiba, wajahnya bersinar dalam damai. Ia diarak oleh umat dari jalan utama menuju Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK), sebuah perjalanan singkat yang penuh makna dan kasih.
Tangannya tak henti melambai, menyalami satu per satu umat yang ingin menyentuhnya. Anak-anak dengan polos dan gembira mencium cincin uskup sebagai tanda hormat dan kasih.
Di dalam gereja yang telah dipenuhi umat, suara nyanyian rohani daerah bergema, berpadu dengan sorakan sukacita. Saat tiba waktunya menyampaikan sapaan pastoral, Uskup Bernardus berdiri dengan tenang dan anggun. Dalam suaranya yang lembut namun tegas, ia menyampaikan tiga pesan utama, pertama saling mendengarkan. Kedua saling bertanya dan menjawab, yang ketiga saling berdiskusi dan bekerja demi kebaikan bersama.
Kata-katanya menusuk hati, sederhana namun penuh kedalaman. Ia mengajak umat dan kaum muda Katolik, peserta Papua Youth Day II, untuk membangun budaya dialog dan kepedulian.
Gereja, katanya, bukan hanya tempat ibadah, tapi rumah untuk bertumbuh bersama dalam kasih Kristus.
Di akhir pertemuan syukur, Mama-mama WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) maju ke depan, membawa sejumlah noken adat suku Mee, suku Moni, Kamoro dan Nduga . Dalam suasana penuh haru, mereka mengalungkan noken itu ke leher uskup sembari memberi nama adat: Mgr. Bernardus Bofitwos Damokebaibi Baru, OSA.
“Aku lah pintu" nama suci dalam bahasa Mee. Seketika, tepuk tangan menggema. Nama itu bukan sekadar gelar, tapi panggilan jiwa. Sebuah pengakuan bahwa Sang Uskup kini menjadi pintu bagi umatnya; pintu harapan, pintu penghiburan dan pintu kasih Tuhan bagi umat Papua Tengah Keuskupan Timika.
Sebelum meninggalkan gereja, Uskup Bernardus memberkati umatnya satu per satu. Pelukannya hangat, senyumnya tulus. Tak ada jarak antara gembala dan kawanan dombanya. Hari itu, sejarah tercatat di tanah Nabire, seorang uskup datang untuk pertama kalinya, dan ia datang bukan hanya sebagai pemimpin umat katolik, tapi sebagai seorang ayah, saudara dan sahabat sejati.
PYD II misa akan berlangsung hari Kamis (3/7/25) pada pukul 10.00 WIT (pagi) di Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam Nabire.(ist/modes)
Bagikan artikel ini


