Uskup Timika Meninggal
NABIRE – Uskup Keuskupan Timika, Mqr John Pilip Saklil, Pr menghembuskan nafas terakhirnya dari Rumah Sakit Caritas Mitra Masyarakat (
Bagikan
NABIRE – Uskup Keuskupan Timika, Mqr John Pilip Saklil, Pr menghembuskan nafas terakhirnya dari Rumah Sakit Caritas Mitra Masyarakat (RCMM) Timika, pada Sabtu (3/8) pukul 14.00 WIT lebih. Uskup John Saklil meninggal setelah semalam dirawat di rumah sakit tersebut. Uskup John Saklil dirawat di RCMM selama semalam, setelah jatuh di kamar dari kediaman Uskup Timika.John Saklil merupakan Uskup putera daerah Papua pertama di Tanah Papua khususnya, empat Keuskupan di Papua Barat dan Papua. Uskup kelahiran Kokonao, Distrik Mimika Barat ini ditahbiskan oleh Uskup Jayapura, Mqr Leo Laba Lajar, Ofm sebagai Uskup pertama di Keuskupan Timika.Almarhum sebelum meninggal, Uskup John Saklil diangkat juga sebagai Administrator Keuskupan Agung Merauke untuk mengisi kekosongan Uskup di wilayah Papua Selatan. Belum sampai sebulan mendapat kepercayaan dari pimpinan gereja, sebagai Administrator Keukupan Agung Merauke dan Uskup Keuskupan Timika, John Pilip Saklil mengakiri pelayanan kepada umat Katolik dari RCMM Timika.John Saklil lahir dan bertumbuh selama anak-anak menghabiskan waktunya di Kokonao. Karena, almarhun merupakan almuni SMP YPPK Le Cog D’armanvile Kokonau sebelum melanjutkan pendidikan di SMA Gabungan Jayapura. Pendidikan menuju imamat dan pengabdian serta pelayanan almarhum semuanya di Papua.Bahkan, sebelum diutus sebagai Uskup Keuskupan Timika, John Saklil menghabiskan pelayanan pastoralnya di Lembah Baliem. Sejak ditahbiskan sebagai iman projo, Uskup Jayapura Mqr Herman Muninnghoff, ofm menugaskannya ke wilayah Baliem hingga terakhir dipercayakan sebagai Dekan Dekenat Baliem sebelum ditahbiskan sebagai Uskup.Selama melayani ini, Uskup muda ini dikenal sebagai Uskup Ebamukai dan Tungku Api. Untuk membangun kemandirian umat di dalam membangun sarana ibadah, gedung gereja, Uskup John Saklil mengangkat kebiasaan suku Mee untuk Ebamukai, mengumpulkan dana sukarela di atas koba-koba. Kebiasan ebamukai tidak hanya di pedalaman, ketika Uskup John Saklil kunjungan ke Nabire dan memimpin misa di Gereja Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, mengajak umat untuk ebamukai di halaman gereja supaya setiap umat memberikan sumbangan sukarela usai misa.Dua tahun terakhir bahkan sebelumnya, almarhum juga mengangkat tema tungku sebagai tempat pembinaan keluarga, membina iman dan mendidik anak-anak.Sejak diangkatnya Tungku Api sebagai inti pembinaan keluarga sebagai bahan renungan bagi umat Katolik di Keuskupan Timika, Uskup John Saklil juga mengkampanyekan ‘Jangan Jual Tanah’. Seruan tersebut keluar setelah melihat dan membandingkan masyarakat Papua khususnya pemilik tanah ulayat mulai kehilangan tempat tinggal, berburu dan cari makan. Ungkapan yang terus diangkat, tidak ada masih bisa hidup tetapi tidak ada tanah susah. Karena itu, jangan jual tanah.Meninggalnya Uskup John Pilip Saklil terasa kehilangan seorang pemimpin di daerah ini yang berani membela dan menyuarakan kepentingan rakyat kecil yang “tak bersuara”. Karena itu, wajar tidal hanya umat Katolik tetapi Jemaat, bakan unsur pengurus dari gereja lain mengungkapkan turut berduka cita dan menyatakan kesedihannya lewat Medsos. Selamat jalan.(ans)
Bagikan artikel ini



