Uskup Timika: Berkati Lokasi Tanam Pondasi Pembangunan Gereja

NABIRE - Uskup Keuskupan Timika, Mrg. Bernardus Baru, OSA, melakukan kunjungan di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, dengan agenda memberikan sakramen Krisma bagi umat Katolik dari tiga paroki di Nabire, Paroki KSK Bukit Meriam, Paroki St. Antonius Padua, Bumi Wonorejo dan Paroki St. Yosep Nabire Barat.
Selain agenda pemberian krisma, Uskup juga menghadiri acara pemberkatan titik titik pondasi pembangunan Gereja Katolik St. Antomius Padua, Wonorejo Nabire.
Acara pemberkatan lokasi pembangunan Gereja Paroki St. Antonius Padua, telah berlangsung dengan suasana penuh semangat, pada 23 Maret 2026, bertempat di halaman gereja Bumi Wonorejo.
Dalam acara pemberkatan, dihadiri umat dari 7 kombas, 2 stase, se-Paroki Antonius Padua Nabire, Keuskupan Timika, Ketua MRP beserta anggota MRP, anggota DPRD, Sekda Nabire, para tamu dan undangan lainnya serta keterwakilan dari Pemprov Papua Tengah.
Dalam kesempatan itu, Uskup Keuskupan Timika, Mrg. Bernadus Baru, OSA menyampaikan, gereja yang sebenarnya adalah diri pribadi umat. Bangunan gereja hanya simbol dan hanya tempat berkumpul umat Tuhan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan melalui ibadah sabdanya.
"Dalam membangunan gereja, utama adalah bangun kebersamaan, keharmonisan, di antara umat dan sesama. Dengan kekuatan kebersamaan akan bangun dengan cepat sesuai harapannya," katanya.
Selain itu, kata Uskup, bangun gereja itu tidak perlu bangun gereja yang besar, yang terpenting adalah para umat aktif dalam kegiatan gereja dan kehadiran di gereja untuk mengikuti ibadah.
"Di luar negeri ini, bangun gereja besar itu tidak penting. Terpenting adalah keaktifan umat mengikuti ibadah," ungkapnya.
Uskup Timika menambahkan, dalam proses membangun gereja, sebelum membutuhkan dukungan dari luar, seperti dari pemerintah daerah atau dari luar paroki, harus bangun kekompakan dan kebersamaan umat sendiri untuk daya upaya sebagai dasar membangun gereja.
"Semua pengorbanan umat dalam proses pembangunan gereja adalah dari kita, dan untuk kita. Sehingga umat terus berjuang untuk membangunan gereja sesuai dengan rancangannya dan juga terus membangun iman umat dalam menggereja," tambahnya.
Usai sambutanya, Uskup Timika langsung melakukan pemberkatan titik-titik tanam besi pondasi, pembangunan Gereja Paroki St. Antonius Padua Wonorejo, dengan maksud agar dalam proses pembangunan selanjutnya dapat diberkati oleh yang Maha Kuasa dan semua proses pembangunan dapat berjalan lancar, tanpa gangguan dan sukses.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Paroki St. Antonius Padua Wonorejo, Obet You menuturkan, pembangunan gereja cukup besar ukurannya sesuai denah, maka dibutuhkan dana yang cukup besar jumlahnya.
Dia mengharapkan, dukungan dan partisipasi dari seluruh umat, donatur, Pemerintah Kabupaten Nabire, Pemprov Papua Tengah dan kabupaten tetangga seperti Deiyai, Dogiyai, Paniai dan Intan Jaya, guna membantu meringankan beban umat Katolik di Paroki St. Antonius Padua Wonorejo Nabire.
"Kondisi umat di paroki ini, pendapatan ekonominya rata-rata di bawah standar, sehingga dalam proses pembangunan dibutuhkan partisipasi, dukungan dan donator," imbuhnya.(hbb)
Bagikan artikel ini



