NABIRE - Usai dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Dogiyai, Marten Ukago, SE.,M.Si, tanjap gas dengan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Muspida dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Setda Dogiyai, Rabu, 31 Juli 2024 lalu.


Sekda Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si mengucapakan selamat dan sukses atas pelantikan Pj Bupati Dogoiyai yang baru, Marten Ukago, SE.,M.Si, sebagai Pj Bupati Kabupaten Dogiyai yang baru. Petrus Agapa juga mengatakan, bahwa pergantian jabatan dalam suatu tugas adalah hal yang biasa dan sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harus selalu siap dalam menjalankan tugas dimana saja.


Dalam kesempatan itu pula, Petrus Agapa menyampaikan jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Dogiyai dan program prioritas yang diberikan pemerintah pusat yang harus dijalankan serta dilaksanakan.


Sementara itu, Pj Bupati Dogiyai, Marten Ukago menyampaikan ucapan terimakasih kepada Sekda yang sebelumnya sudah menjalankan amanat negara sebagi Pj Bupati Dogiyai.


Lanjutnya, program pemerintah daerah yang diproritaskan menjadi acuan pokok dalam agenda nasional. Seperti Pilkada serentak, stunting, kemiskinan ekstrim, inflasi, penyerapan anggaran dan pengangguran.


Pj Bupati Dogiuai menambahkan, akan segera naik ke tempat tugas dan melaksanakan apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Pj Bupati dan menyiapkan berbagai persiapan dalam hal ini rumah jabatan bupati dan wakil bupati yang baru, pelantikan jabatan eselon II yang sudah dilelang, serta meneruskan program atau pekerjaan yang harus segera diselesaikan.


Sementara itu, Dandim 1705 Nabire dalam kesempatan itu mengungkapkan kendala yang dihadapi di Kabupaten Dogiyai adalah kurangnya silaturahmi antara aparat dan masyarakat yang kurang respon. TNI dan Polri serta pemerintah daerah berkomitmen dalam menjaga keamanan di Kabupaten Dogiyai.


Selanjutnya, dalam Rakor tersebut juga disepakati terkait ibadah bulanan yang akan digiliran per OPD dan makan minum dari dinas yang bersangkutan dan pada ulan Desember Natal Bersama, pohon natal besar di Gunung Tetode.


Selain itu, juga dibahas terkait menentukan waktu untuk membicarakan masalah sosial dan cara penanggulangannya yang terjadi di masyarakat dan pembuatan Perda.(ist)